Ruang ICU Penuh, Mengkhawatirkan, Covid-19 Meningkat

Senin, 14 Desember 2020 17:23

Ilustrasi tes PCR. (FOTO: FAJAR INDONESIA NETOWRK)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penyebaran Covid-19 kembali ke fase kritis. Ruang ICU beberapa rumah sakit penuh.

Kasus terkonfirmasi positif baru per 13 Desember sebanyak 312 kasus. Penyebaran Covid-19 ini menempatkan Sulsel ke posisi 5 besar peningkatan pasien positif baru.

Beberapa rumah sakit mulai sesak dengan banyaknya pasien yang dirawat. RSU Arifin Nu’mang Rappang, Sidrap bahkan menutup pelayanan. Dokter, perawat, hingga petugas dapur dan kebersihannya terpapar Covid-19. Sudah 68 pegawai yang terpapar Covid-19.

Ruang khusus atau Intensive Care Unit (ICU) pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang penuh antara lain dilaporkan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RUSP) Wahidin Sudirohusodo. Wahidin menjadi pusat rujukan pasien terpapar Covid-19.

Begitu juga di RSKD Dadi. Saat ini ada 78 pasien terkonfirmasi positif yang mendapat perawatan intensif. Jauh meningkat dibanding sebelumnya yang hanya sekitar 30 kasus. Bahkan sempat hanya 21 pasien yang dirawat.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSWS Prof Mansyur Arif mengungkapkan ruang ICU bertekanan negatif untuk merawat pasien Covid-19 sudah penuh.

Prof Mansyur menyampaikan, kondisi ini terjadi karena kembali ada peningkatan kasus. Terlebih, yang masuk di RSWS betul-betul statusnya kritis atau pasien terparah.

Data yang dihimpun FAJAR dari Satgas Covid-19 Sulsel per 12 Desember, RSUP Wahidin memiliki 13 tempat tidur di ruang ICU. Sementara tempat tidur ruang isolasi tersedia 130 dan baru terpakai 58 tempat tidur.

Kasus yang masuk dalam dua bulan terakhir di RSWS menunjukkan ada kondisi baru atau lebih parah dari sebelum-sebelumnya.

Untuk itu, Prof Mansyur mengharapkan, masyarakat harus tetap waspada terhadap penyebaran atau penularan Covid-19 dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Ingat selalu untuk jaga diri, jaga keluarga, dan jaga teman sekitar dengan tetap jaga jarak, gunakan masker secara benar, dan rajin cuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir,” tegasnya.

Perawatan Intensif

Direktur RSKD Dadi Arman Bausat mengakui terjadi peningkatan pesat. Persis sama seperti awal naiknya kasus Covid-19, beberapa bulan sebelumnya. Bahkan, ruangan ICU yang khusus menangani pasien Covid-19 sudah penuh.

“ICU kita sekarang penuh. Mereka yang masuk rata-rata mendapat perawatan intensif di ruangan ini adalah kasus berat. Bahkan memerlukan bantuan ventilator,” bebernya.

Jika ada pasien dengan dampak berat yang masuk, RSKD Dadi terpaksa merujuk ke rumah sakit lain. Hanya saja, sejumlah rumah sakit rujukan seperti RSWS juga penuh. Pihaknya tak bisa memaksakan jika kondisi ruangan ICU tak cukup.

Kapasitas tempat tidur untuk perawatan masih mencukupi. RSKD Dadi masih bisa menerima sampai 150 pasien. Berbeda dengan ICU yang memang dikhususkan untuk pasien yang butuh perawatan khusus.

RSKD Dadi juga mencatat adanya peningkatan pasien yang meninggal dunia. “Dalam satu minggu terakhir ada dua orang meninggal. Memang peningkatan kasusnya cepat. Awal Desember, pasien kembali banyak,” jelasnya.

Dia mengatakan, dampak gelombang kedua Covid-19 sangat besar. “Sepertinya masyarakat tidak takut lagi. Padahal, protokol kesehatan tetap harus menjadi pegangan. Jangan sampai kita abai akan masalah ini,” tambahnya.

Terpisah, Dirut RSUD Labuang Baji Haris Nawawi mengatakan peningkatan perawatan pasien juga cukup pesat. Dalam sepekan terakhir, sudah ada 40 pasien yang dirawat. Padahal sebelumnya, hanya 7-8 orang saja.

Saat ini pihaknya kembali menambah kapasitas kamar hingga 100 orang. Sebisa mungkin satu kamar hanya diisi satu pasien saja. Fasilitasnya pun dijamin layaknya kamar hotel bintang empat.

“Kalau ICU, ruangannya terbatas, hanya muat delapan tempat tidur. Memang sekarang banyak sekali pasien baru yang masuk. Terutama mereka yang bergejala. Kalau sebelumnya, banyak yang tanpa gejala,” ungkapnya. (*)

  • REPORTER: ANDI SYAIFUL-EDY BASRI-FARISAL
  • EDITOR: HARIFUDDIN

Komentar