Siswa SMK dan Warga Lokal Dilibatkan dalam Transfer Pengetahuan dan Keterampilan Pengelolaan Arsinum

Senin, 14 Desember 2020 09:57

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

Mereka yang juga telah dibina bisa sekaligus menjadi pengelola di daerah pulau.

Sedangkan, Perekayasa Pertama Pusat Teknologi Lingkungan BPPT, Imam Septiadi, mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah melatih beberapa masyarakat di pulau lokasi arsinum berada.

“Mereka sebagai tenaga operator, kita bimbing juga, berikan buku operasional. Waktu instalasi juga kita libatkan, sehingga mereka tahu jalur pipanya ke mana,” jelasnya.

Imam melanjutkan, bahwa kemampuan unit arsinum secara umum 5 kubik perhari atau 5.000 liter per hari. Dalam satu jam dapat bisa menghasilkan air galon 144 galon, dalam satu galon 20 liter. Kualitas air yang dihasilkan kualitas baku mutunya, air minum dalam kemasan.

Pengolahannya dengan teknologi maju (advanced) menggunakan membran. Membrannya memiliki penyaringan skala molekul, sangat halus 1/1.000 mikron.

“Jadi kalau satu rambut itu satu mikron dibagi 1.000 kira-kira seperti itu pori-porinya. Sehingga mineral garam, yang di atasnya garam seperti sel daerah itu nggak akan lewat selaput memberan tadi,” paparnya.

Hanya saja teknologi arsinum membutuhkan energi besar, karena air laut diubah menjadi air siap minum butuh kompresi tinggi.

“50 Kg/cm2 sehingga butuh energi besar untuk memompa air asin tadi tembus ke dalam membran sehingga dapat air tawar dan garam,” sebutnya.(rls/fajar)

Bagikan berita ini:
8
10
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar