Gubernur Sulsel Soroti Kontestasi Pilkada, Begini Kata Pengamat Pemerintahan

Selasa, 15 Desember 2020 15:16

Pengamat Pemerintahan, Bastian Lubis

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Belum lama ini, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyoroti pelaksanaan kontestasi Pilkada serentak 2020 yang memberikan kontribusi terhadap meningkatnya kasus Covid-19 di Sulsel.

Sebagaimana diketahui pelaksanaan Pilkada serentak 2020 digelar pada 9 Desember lalu di 12 Kabupaten Kota se Sulsel.

Mengetahui itu, Pengamat Pemerintahan, Bastian Lubis mengatakan pelaksanaan Pilkada justru lebih baik dihelat, meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Menurutnya dengan ditundanya pelaksanaan Pilkada maka keuangan pemerintah akan habis. Sehingga, ia menuturkan pelaksanaan Pilkada digelar di tengah pandemi sudah tepat.

Apalagi, lanjut Bastian, Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah menerapkan protokol kesehatan berdasarkan anjuran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kalau nggak dilaksanakan Pilkada, uang pemerintah akan habis nggak karu-karuan dibandingkan jika dilaksanakan,” kata Bastian, Selasa (15/12/2020).

Oleh karena itu, ia menilai dari sisi ekonomi pelaksanaan Pilkada lebih bagus dilaksanakan daripada ditunda.

“Meskipun covid, yah tidak masalah. Bukannya kita anggap remeh, tidak, justru wabah covid itu harus tetap ditanggulangi karena meskipun juga meningkat kasusnya, pasti tingkat kesembuhan juga tinggi,” jelasnya.

Bastian menyebut angka kasus Covid-19 di Sulsel mengalami tren peningkatan lantaran sampel yang digunakan juga banyak. “Dulukan sampel sedikit, sekarang diperbanyak jadi kelihatan peningkatannya,” ungkapnya.

Hanya saja, ia membeberkan di samping menerapkan protokol kesehatan, masyarakat cukup menjaga imun tubuh dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi serta mengatur pola tidur.

“Jadi cukup tingkatkan imun, jangan banyak pikiran karena dari keyakinan kita yang saat ini takut pasti bisa kena covid, makanya kalau pikiran dan keyakinan kita lemah akhirnya imun turun dan virus bisa menyerang tubuh kita,” tutupnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Ichsan Mustari mengatakan pelaksanaan Pilkada, jelas memberikan dampak terhadap naiknya kasus positif Covid-19 di Sulsel, namun sejauh ini, pihaknya belum dapat mengakumulasikan seberapa banyak dampak yang diberikan.

Mengingat, pihaknya belum melakukan survey di lapangan. “Kita akan lihat semua, karena pasti itu ada kontribusinya karena waktu kita persiapan Pilkada orang ngumpul-ngumpul,” tutur Ichsan baru-baru ini.

“Tapi ini baru asumsi, belum kita survey, nanti setelah disurvey baru bisa dilihat seberapa besar dampaknya Pilkada,” pungkasnya. (Anti/fajar)

Komentar