Kerumunan Lomba Lari Marathon di Makassar Tidak Diproses Polisi, Kok Bisa?

Selasa, 15 Desember 2020 17:52

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Acara lomba lari marathon yang digelar di depan Monumen Mandala, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar pada Minggu (13/12/2020) kemarin direspon polisi.

Dalam acara akhir pekan itu, sempat terjadi kerumunan dan melanggar protokol kesehatan, untuk saling menjaga jarak dengan orang lain.

Namun sayangnya, pelanggaran untuk tidak melakukan acara yang menimbulkan kerumunan, justru tidak diproses oleh Polrestabes Makassar.

Padahal acara itu tidak mendapat izin dari keramaian dari polisi. Pihak panitia mengklaim hanya mendapat izin dari Gugus Tugas Covid-19, sebelum acara dimulai.

“Kita lakukan langkah persuasif. imbauan kita ternyata dipatuhi. Tentu kegiatan marathon kemarin, teman-teman bisa nilai sendiri,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu, Selasa (15/12/2020).

“Baik saat start maupun saat finish dan kegiatan berakhir dengan cepat. Artinya kegiatan ini bisa dia pahami bagaimana protokol kesehatan ini dipahami. Ini tidak kita proses. Hanya warning,” sambung perwira tiga melati ini.

Izin keramaian, lanjut dia, hanya boleh dikeluarkan sampai vaksin Covid-19 telah tiba dan sudah bisa dipakai oleh masyarakat Kota Makassar.

“Izin keramaian dikeluarkan oleh kepolisian sampai hari ini sampai vaksin itu datang. Kami tidak akan keluarkan izin dalam bentuk apapun. Jadi jangan salah paham,” tegas dia.

Kombes Witnu mengumpamakan, izin keramaian yang dikeluarkan oleh Tim Satgas Tugas Covid-19 oleh panitia, bukan menjadi dasar utama acara yang mengundang kerumunan tetap bisa digelar.

“Surat yang dikeluarkan Satgas Covid-19 misalnya. Baik di tingkat kecamatan atau kota, itu bukan dasar untuk kegiatan tetap bisa dilakukan,” terangnya.

Dalam beberapa hari ke depan, Polrestabes Makassar akan mengundang seluruh pihak untuk membahas izin ini, atas acara lomba lari marathon yang digelar hari Minggu kemarin.

“Kita tetap akan rangkul dan undang dan menyampaikan ini tidak bisa dilakukan karena rawan terjadi masyarakat berkerumun,” tutup jebolan Akpol 1993 ini. (Ishak/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI