Komentar Roy Suryo terkait CCTV di Lokasi Penembakan Laskar FPI

Selasa, 15 Desember 2020 09:52

Praktisi multi media telematika, pemerhati publik health, Roy Suryo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pakar Telematika, Roy Suryo menyoroti keberadaan CCTV di Tol Cikampek, lokasi tempat penembakan 6 laskar FPI oleh polisi setelah sebelumnya disebut baku tembak.

Roy Suryo Notodiprojo berharap gangguan CCTV yang disampaikan Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur tak berujung polemik seperti pada kasus buronan KPK, Harun Masiku.

“Kalau memang benar penjelasan Dirut Jasa Marga Subakti Syukur di depan Komnas HAM bahwa rekaman CCTV di KM 50 tol Japek tersebut tidak rusak. Hanya ‘terhambat pengiriman datanya’, semoga tidak terlalu lama seperti kasus Harun Masiku tempo hari,” ujarnya di akun Twitternya, Senin (14/12).

“Kita berharap kasus cepat clear,” jelas Roy Suryo.

Seperti diketahui, pengungkapan rekaman CCTV di Bandara Soekarno Hatta terkendala sebelum akhirnya diungkap media dengan ada sosok Harun Masiku dalam rekaman CCTV di Bandara Soetta saat itu.

Pernyataan adanya gangguan CCTV tol Jakarta-Cikampek KM 50 disampaikan Direktur Utama (Dirut) PT Jasa Marga, Subakti Syukur saat diperiksa Komnas HAM.

Ia menyatakan bahwa rekaman CCTV di lokasi tersebut tidak rusak. Dokumen terkait peristiwa pun telah diserahkannya kepada Komnas HAM.

“CCTV yang dikabarkan rusak itu sebenarnya enggak. CCTV kita itu semuanya berfungsi,” kata Subakti di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat.

“Jadi CCTV kita di Jakarta-Cikampek maupun elevated di bawahnya itu ada 277 CCTV. Kemarin memang kebetulan terganggu. Itu bukan CCTV-nya. CCTV tetap berfungsi, tapi pengiriman data itu terganggu, hanya 24 CCTV dari KM 48, 49 sampai 72,” jelas Subakti. (rmol/pojoksatu/fajar)

Bagikan berita ini:
6
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar