Nilai Kasusnya Bukan Penegakan Hukum Tetapi Politis, HRS: Fokus Bongkar Kematian 6 Laskar FPI

Selasa, 15 Desember 2020 18:34

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (tengah) berjalan menuju mobil tahanan usai diperiksa di Mapold...

FAJAR.CO.ID — Penetapan dirinya sebagai tersangka kasus kerumunan massa di Petamburan, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menilai, sangat kental nuansa politik.

Habib Rizeq menyebut, kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan pada kerumunan di Petamburan, 14 November 2020, bukan merupakan upaya penegakan hukum. Penilaian dari HRS ini seperti disampaikan Sekum FPI, Munarman, saat dihubungi jpnn (grup FAJAR), Selasa (15/12/2020).

“Beliau (Habib Rizieq, red) melihat bahwa kasus ini adalah masalah politik. Bukan masalah hukum,” tulis Munarman dalam pesan singkatnya.

Namun, kata Munarman, HRS tetap tenang menghadapi kasus hukum yang bernuansa politik ini. Bahkan, HRS berpesan kepada umat tetap berjuang membongkar kasus enam laskar FPI yang tertembak di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

“Alhamdulillah beliau sehat dan tenang. Tetap tersenyum dan menyampaikan pesan untuk terus berjuang dan jangan berhenti mengungkap kasus pembantaian enam syuhada yang merupakan extra juducial killing,” ujar Munarman.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka kasus dugaan pelanggaran kekarantinaan kesehatan pada kerumunan di acara akad nikah putrinya, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, 14 November 2020.

Selain Habib Rizieq Shihab, lima orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Ada enam yang ditetapkan sebagai tersangka, pertama penyelenggara saudara MRS,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan pada Kamis (10/12/2020).

Bagikan berita ini:
5
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar