Rekonstruksi Tewasnya 6 Laskar FPI Dinilai Janggal, DPR akan Bentuk TGPF

Selasa, 15 Desember 2020 13:48

Polisi menggelar rekonstruksi kasus penembakan yang berujung tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI). FOTO : Issak R...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Polisi menggelar rekonstruksi kasus penembakan yang berujung tewasnya 6 laskar Front Pembela Islam (FPI). Namun, rekonstruksi yang memeragakan 58 adegan tersebut dinilai janggal.

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Rivanlee Anandar mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kejanggalan dari hasil rekonstruksi penembakan yang menewaskan 6 Laskar FPI. Kejanggalan terlihat dari beberapa pernyataan pihak kepolisian yang kontradiktif dengan hasil rekonstruksi.

“Ada beberapa kejanggalan yang kami temukan di polisi, bahwa korban-korban ini meninggal di mobil, terus dia diduga melawan juga, ada sejumlah pernyataan pernyataan kontradiktif,” katanya, Senin (14/12).

Tidak hanya itu, Rinvalee juga menyebut kejanggalan lainnya, yaitu tak diundangnya pihak korban, dalam hal ini FPI. Karenanya, Kontras berharap kasus ini bisa diselesaikan Komnas HAM.

Dia berharap Komnas HAM mampu melihat kasus ini secara komprehensif. “Dari keterangan itulah kita merasa benar menolak rekontruksi tersebut dan mengharapkan kasus ini dibuka oleh Komnas HAM,” katanya.

Rinvalee mengakui pihaknya mendapat undangan dari kepolisian untuk menyaksikan rekonstruksi. Namun, Kontras menolak dengan alasan independensi.

“Kontras sebagai lembaga juga diundang, namun terkesan terburu-buru. Kami khawatir proses rekonstruksi mengalami banyak kejanggalan-kejanggalan lain,” katanya.

Kejanggalan juga ditemukan Indonesia Police Watch (IPW). Ketua Presidium IPW Neta S Pane menyebut ada tiga pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam kasus penembakan anggota FPI.

Bagikan berita ini:
8
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar