Terbitkan Suket Ilegal, Bupati Boltim Minta Polisi Segera Tangkap Kadisdukcapil

Selasa, 15 Desember 2020 20:05

Bupati Boltim Sehan Salim Landjar (Eyang) saat datang ke Pleno KPU Boltim Tingkat Kabupaten, Selasa (15/12). (Chanly)

FAJAR.CO.ID, BOLTIM– Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar (Eyang) berang dengan dugaan pembuatan surat keterangan (suket) ilegal yang digunakan dalam Pilkada Boltim 2020.

Menurutnya, ribuan suket yang ditandatangani Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Boltim Rusmin Mokoagow itu melanggar aturan.

“Kadis Capil melanggar UU Nomor 6. Saya tidak pernah memerintahkan dia di Senin dan Selasa itu mengeluarkan suket. Itu ribuan suket. Dan rata-rata yang dikeluarkan suket adalah orang yang belum merekam e-KTP,” ujarnya.

Eyang juga membeber, ada bahkan warga dari luar Sulawesi Utara (Sulut) yang mendapatkan suket dari Disdukcapil Boltim.

“Ada dua yang saya lihat. Satu ada penduduk DKI Jakarta dan penduduk Maluku dikeluarkan suket,” katanya.

Dia menegaskan, persoalan tersebut akan dilaporkan ke pihak berwajib.

“Saya akan merekomendasikan ke pihak kepolisian dalam waktu dekat ini. Kepala dinas dan kroni-kroninya terindikasi melakukan pelanggaran pidana,” tegasnya.

Eyang mengaku, dia sudah mendapatkan data by name by address terkait warga yang dikeluarkan suket. Bahkan ada anak di bawah umur yang mendapatkan suket.

“Dan orang yang datang minta surat keterangan itu tanpa didasari rekomendasi kepala desa atau sangadi. Dia (kadis, Red) tahu apa dengan penduduk ini? Ini orang kampung dan dibawa bergerombol. Seperti ada mobilisasi tanpa ada dasar surat keterangan kepala desa,” bebernya.

Komentar


VIDEO TERKINI