Tolak Naik Gaji dan Tunjangan Anggota DPRD DKI, PSI: Dimusuhi Satu Republik Kami Siap

Selasa, 15 Desember 2020 16:54

Ketua DPP PSI Tsamara Amany

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara ihwal insiden walk out berjamaah seluruh anggota fraksi DPRD DKI Jakarta, saat sidang paripurna pembahasan perubahan Perda No 1 Tahun 2014 hari ini, Senin (14/12/2020).

Insiden tersebut terjadi saat Fraksi PSI akan membacakan pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi.

Ketua DPP PSI Tsamara Amany mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bagian dari resiko atas keputusan partainya yang berani menggagalkan rencana naik gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI sebesar Rp 700 juta per bulan.

“Dimusuhi karena menjaga uang rakyat adalah sebuah kehormatan. Kami disini untuk memastikan setiap sen uang rakyat kembali ke rakyat,” cuit Tsamara di akun Twitternya, Selasa (15/12/2020).

Demi menjaga uang rakyat, tegas Tsamara, jangankan dimusuhi anggota DPRD DKI, dimusuhi satu Republik pun PSI siap.

“Sejak awal kami berjuang menjaga uang rakyat. Dari mulai lem aibon, formula E, dan kini kenaikan gaji/tunjangan DPRD DKI,” tukasnya. (endra/fajar)

Komentar