Wartawan Senior Edy Mulyadi Dipanggil Polisi, Edhie Massardi: Ini Republik Jadi Makin Nggak Asyik!

Selasa, 15 Desember 2020 10:32

Wartawan senior FNN, Edy Mulyadi di KM 50 Tol Jakarta - Cikampek.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pemanggilan wartawan senior Edy Mulyadi oleh aparat penegak hukum dikritisi Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi. Jangan Target Operasi (TO) wartawan.

Dia tidak ingin aksi wartawan dalam mengungkap sebuah fakta justru harus berujung pada pemanggilan oleh aparat.

Dalam hal ini, Edy Mulyadi dipanggil polisi setelah melakukan reportase mengenai peristiwa di KM 50 tol Jakarta-Cikampek.

Reportase bertujuan untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada enam laskar FPI yang meninggal pada Senin pekan lalu (7/12).

“Jangan TO (target operasi) wartawan,” ujarnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (15/12).

Menurutnya, pemanggilan ini justru akan membuat kehidupan berbangsa menjadi tidak lagi menyenangkan.

Pasalnya wartawan memang bertugas mengungkap fakta atas sesuatu yang jadi polemik di publik. “Jika mau diterus-teruskan, ini republik jadi makin nggak asyik!” tegasnya.

Untuk itu, dia meminta semua wartawan solid dan berpegangan tangan dalam mengawal kasus Edy Mulyadi.

Edy Mulyadi telah dipanggil penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri kemarin, Senin (14/12).

Namun dia tidak memenuhi panggilan karena alasan ada kegiatan lain.

“Enggak hadir dulu, ada kegiatan lain. Saya sudah sampaikan ke penyidik,” kata Edy saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL.

Sebelumnya, Tak hanya saksi dan pihak terkait, polisi kini juga memanggil Edy Mulyadi buntut reportasenya mengenai KM 50 tol Jakarta-Cikampek.

Yang dia kunjungi untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada enam laskar FPI yang tewas Senin dinihari pekan lalu (7/12).

Merespons pemanggilan tersebut, aktivis Adhie Massardi pun mendorong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk turut terlibat dalam mengawal pemanggilan Edy yang juga seorang wartawan senior itu.

“Institusi PWI harus kawal pers yang ungkap kebenaran secara jurnalistik fair,” kata Adhie Massardi di akun Twitternya, Senin (14/12).

Hal tersebut disampaikan Adhie yang juga sebagai mantan wartawan ini merujuk pada arahan Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang beberapa waktu lalu.

“Arahan Ilham Bintang, Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia agar wartawan tak segan-segan lakukan investigasi tragedi KM 50 bersambut,” jelasnya.

“Salah satunya dari wartawan senior Edy Mulyadi,” tegas mantan Jurubicara Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut.

Belum lama ini, Ilham Bintang mendorong wartawan untuk terlibat aktif melakukan investigasi terhadap kasus kematian 6 orang anggota Laskar FPI di Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50.

Menurut Ilham Bintang, liputan investigatif oleh wartawan menjadi satu senjata dan sekaligus pembeda dari informasi yang disajikan warganet di media sosial.

Selain itu, langkah wartawan untuk mengungkapkan kasus di Tol Cikampek bukan untuk mencari siapa salah dan siapa benar.

Melainkan untuk menjalankan fungsi pers yang sesungguhnya sesuai UU 40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Wartawan Indonesia. (rmol/pojoksatu/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI