Awasi WNA, Tempora Bandara Sulhas Resmi Dibentuk

Rabu, 16 Desember 2020 15:48

Tim Pengawasan Orang Asing Bandar Udara Sultan Hasanuddin (Timpora Bandara Sulhas)

“Misalnya WN Amerika, RRT atau Malaysia yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta atau bandara manapun pagi tadi atau minggu lalu dan kemudian datang di Sulawesi Selatan, data mereka belum ada di Sistim Informasi Keimigrasian (SIMKIM) Sulawesi Selatan. Demikian juga dengan pengungsi mandiri dan orang asing yang sedang berada di Sulawesi Selatan tetapi memiliki izin tinggal yang bukan dari kantor imigrasi di Sulawesi Selatan, data mereka tidak terdaftar dalam data base kami. Data mereka akan muncul dalam sistem kami, jika mereka mengajukan perpanjangan izin tinggal di kantor imigrasi Sulawesi Selatan yaitu sekitar 50 hari setelah mereka masuk ke wilayah Indonesia atau ketika izin tinggalnya akan berakhir,” ungkapnya.

Hal inilah, yang kemudian dibentuknya Timpora sebagai tendensi akan banyaknya orang asing yang berkegiatan di wilayah Sulawesi Selatan.

Selain itu, juga disebabkan dengan terdapatnya beberapa kawasan industri yang berupa Proyek Strategi Nasional, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden No.19 Tahun 2020 baik itu di Takalar, Jeneponto, Bantaeng dan daerah lainnya yang tidak sedikit akan mendatangkan tenaga ahli asing.

Selanjutnya, Tempora ini dibentuk agar setiap WNA yang datang melalui jalur domestik di wilayah indonesia timur secara keimigrasian tidak ada masalah.

Walaupun diketahui, pada jalur domestik bukan wilayah kerja imigrasi tetapi fungsi pemeriksaan paspor dapat dilakukan oleh anggota timpora dari unsur penerbangan (petugas check in counter) yang akan memeriksa paspor mereka (WNA).

Bagikan berita ini:
8
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar