Beber Selisih Harga Lumayan Jauh, MAKI Perkuat Bukti Penyelewengan Bansos

Rabu, 16 Desember 2020 22:42

Uang yang diamankan dalam kasus Bansos yang melibatkan Mensos Juliari P Batubara. (FOTO: JAWAPOS)

FAJAR.CO.ID — Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman melapor ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyelewengan nilai bantuan sosial (bansos) sembako bagi masyarakat terdampak COVID-19.

“Bahwa pada November 2020 telah ditemukan barang bantuan sembako yang diterima masyarakat periode terakhir diduga sangat jauh selisihnya dengan anggaran yang disediakan negara yaitu Rp300 ribu. Anggaran Rp300 ribu dipotong penyelenggara/panitia Kemensos sebesar Rp15 ribu untuk transport, Rp15 ribu untuk ‘goody bag’,” ucap Boyamin Saiman di Gedung KPK Jakarta, Rabu.

Pemborong atau vendor, lanjut dia, mendapatkan Rp270 ribu dengan keuntungan dan pajak semestinya maksimal hingga 20 persen, yaitu sebesar Rp54 ribu. Namun, barang yang ada di lapangan yang diterima masyarakat hanya senilai Rp188 ribu sehingga terdapat selisih sekitar Rp23 ribu.

“Untuk ‘goody bag’ yang disediakan juga terdapat selisih sekitar Rp5 ribu dari harganya dari anggaran Rp15 ribu. Dengan demikian selisih harga barang sekitar Rp28 ribu ditambah selisih harga ‘goody bag’ sekitar Rp5 ribu maka uang yang diduga menjadi kerugian negara sekitar Rp33 ribu,” kata Boyamin.

Bagikan berita ini:
5
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar