Beberkan Kedekatan Taufan Damanik dengan HTI, Arief Poyuono: Mudah-mudahan Komnas HAM Bisa Netral

Rabu, 16 Desember 2020 21:14

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. Foto net

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam kasus tewasnya enam laskar Front Pembela Islam (FPI) menjadi pertaruhan netralitas Ahmad Taufan Damanik.

Hal itu terkait dengan rekam jejak Ketua Komnas HAM tersebut yang pernah menjadi konsultan politik mantan Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho yang terjerat korupsi.

Selain itu, Taufan Damanik juga sering mengisi acara Hizbut Tahrir Indonesia, yang dibubarkan negara karena memiliki paham yang melenceng dari Pancasila.

Demikian disampaikan mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangannya dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Rabu (16/12/2020.

“Ahmad Taufan Damanik, Komisioner Komnas HAM, sering mengisi acara HTI dan jadi konsultan politiknya Gatot Pujo,” ungkap Arief.

“Hingga akhirnya menjadi dewas PT Tirtanadi Medan diangkat di era Gatot Pujo sebelumnya,” ujar Arief Poyuono kepada redaksi, Rabu (16/12).

Karena itu, Arief pun mempertanyakan netralitas Taufan Damanik.

“Kira-kira dia netral enggak ya dalam menginvestigasi kasus 6 laskar FPI versus Polisi?” ujar Arief.

Arief menyebut, kedekatan Taufan Damanik dengan HTI dan Gatot Pujo bisa dilihat dari jejak digital yang mudah diakses siapa saja.

Kendati demikian, Arief berharap Komnas HAM di bawah kepemimpinan Taufan Damanik tetap bisa netral dalam melakukan investigasi untuk mengurai fakta di balik tewasnya enam laskar FPI.

“Mudah-mudahan dia bisa netral untuk mengungkap fakta kebenaran yang ditunggu oleh masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, saat ini Komnas HAM tengah melakukan investigasi terkait kasus tewasnya enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab.

BACA: Penyidikan Kasus Penembakan 6 Laskar FPI, Kabareskrim: Kami Menghargai Independensi Eksternal

Kemarin, Komnas HAM juga sudah memanggil Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran untuk dimintai keterangannya.

Sementara, Sekretaris FPI Munarman menegaskan, pihaknya menolak rekonstruksi yang digelar polisi pada Senin (14/12) dini hari kemarin.

Alasannya, reka ulang adegan itu disebutnya berbeda dengan pernyataan polisi sejak awal.

BACA: Tolak Rekonstruksi Polisi, FPI Minta Komnas HAM Pimpin Pengungkapan Penembakan Laskar FPI

Untuk itu, FPI mendesak Komnas HAM agar menjadi leading sector dalam pengusutan kasus ini.

“Kami meminta kepada Komnas HAM untuk menjadi leading sector untuk mengungkap tragedi pembunuhan dan pembantaian terhadap 6 syuhada anggota laskar FPI karena merupakan peristiwa pelanggaran HAM berat,” kata Munarman, Selasa (15/12).

(rmol/ruh/pojoksatu)

Komentar