Danau Matano Jadi Kawasan Konservasi Taman Wisata Alam

Rabu, 16 Desember 2020 15:56

Penampakan Angin Tornado di Danau, Warga Sorowako Geger

Spesies Ikan, Udang, dan Kepiting Endemik Terancam Punah

FAJAR.CO.ID, LUWU TIMUR —Pengelolaan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Matano menjadi perhatian pemerintah pusat. Potensi ikan endemik yang berada di danau purba ini sudah hampir punah.

Direktur Pengendalian dan Kerusakan Danau (Ditjen PKPD) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Inge Retnowati, mengatakan, hutan yang ada di sekeliling pegunungan Danau Matano harus dijaga.

”Kalau tidak, akan terjadi penurunan debit air danau. Tentu akan berdampak kepada danau lainnya dan sektor lainnya, ”kata Retnowati.

Bukan hanya itu, masalah ikan endemik yang ada di Danau Matano perlu mendapat perhatian khusus. Di sana ada berbagai spesies endemik, seperti 32 jenis ikan, sembilan jenis udang air tawar, 87 jenis diatom, 26 jenis gastropoda, dan lima jenis kepiting air tawar. Ada ikan buttini, dan ikan opudi.

”Kini danau makin terancam, ikan endemik ini sudah terancam keberadaannya. Danau yang ada di Luwu Timur berbeda dengan danau lainnya,”paparnya.

Selain itu, danau di Luwu Timur ini airnya dari ketinggian.Dimana air Danau Towuti, tidak bisa membanjiri Dana Mahalona. Demikian juga Danau Mahalina tiba bisa banjiri Danau Matano. Tapi, air danau dari Matano yang mengalir ke Mahalona dan Danau Towuti.

Panorama dikelilingi bukit-bukit terjal dengan puncak mencapai 1.200 meter.Kabid Litbang, Bapelitbangda Luwu Timur, Syarif mengatakan, kedepan potensi yang dapat dikembabgka di Danau Matano akan dimasukkan dalam rencana

Komentar