Digadang-gadang Calon Kapolri, Ini Laporan Terbaru Harta Kekayaan Irjen Fadil Imran

Rabu, 16 Desember 2020 21:04

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Fadil Imran (Dok. JPNN)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Nama Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran belakangan banyak diperbincangkan publik. Terlebih setelah dirinya turun tangan dalam kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan oleh Habib Rizieq Shihab.

Sebelum menjabat Kapolda Metro Jaya, pria kelahiran Kota Makassar itu menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.

Baru-baru ini, perwira bintang dua itu melaporkan harta kekayaannya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negera (LHKPN) milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan data tersebut, tertanggal 26 November 2020 Irjen Fadil Imran memiliki harta kekayaan senilai Rp4,2 miliar.

Sebagaimana dikutip dari elhkpn KPK secara rinci Irjen Fadil Imran memiliki tanah seluas 688 meter persegi di Bekasi, Jawa Barat, senilai Rp1,3 miliar, dan tanah seluas 1080 meter persegi di Kota Bandar Lampung dengan Rp1,08 miliar.

Tak hanya itu, Irjen Fadil pun melaporkan kepemilikan mobil Toyota Innova Venturer tahun 2019 seharga Rp300 juta, serta kas dan setara kas mencapai Rp1,49 miliar.

Laporan harta kekayaan tersebut adalah satu-satunya yang diserahkan oleh Irjen Fadil Imran ke KPK. Penyerahan tersebut diketahui pertama kali sejak ditunjuk sebagai Kapolda Metro Jaya pada 16 November 2020.

Diberitakan sebelumnya, berkat keberaniannya mengusut kasus kerumunan massa HRS, Fadil Imran digadang-gadang menjadi salah satu calon Kapolri.

Pria kelahiran 14 Agustus 1968 itu sendiri memiliki karir cemerlang. Sebelum menjadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran berpengalaman di bidang reserse dan merupakan alumni Akademi Polisi (Akpol) pada tahuj 1991.

Karirnya dapat dikatakan cemerlang, hal itu dimulai ketika tahun 2008, Fadil Imran menjabat sebagai Kasat III Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan tak lama, di tahun yang sama ia kemudian dipindahkan menjadi Kapolres KP3 Tanjung Priok.

Tak berhenti disitu saja, Fadil Imran kemudian ditugaskan sebagai Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri pada 2011, dan masih ditahun yang sama pula, ia kemudian menduduki jabatan Direktur Ditreskrimum Polda Kepri.

Dua tahun kemudian, pada tahun 2013, ia menjabat sebagai Kapolres Metro Jakbar dan dalam kurun waktu hanya dua tahun saja, pada 2015, ia dipindah untuk menduduki jabatan Analis Kebijakan Madya (Anjak Madya) Bidang Pidum Bareskrim Polri.

Setahun kemudian, pada tahun 2016, ia menjabat sebagai Direktur Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Fadil Imran kemudian menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 2018. Pada periode tersebut ia berhasil membongkar sindikat Saracen serta Muslim Cyber Army (MCA).

Lalu di tahun 2019, Imran menjabat sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahli Sosbud) Kapolri Jendral Idham Aziz hingga tahun 2020, sebelum akhirnya dimutasi menjadi Kapolda Jatim dan kini, dirinya menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Sebelumnya pada pertengahan Mei lalu, ketika Irjen Pol Fadil Imran menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur. Irjen Pol Fadil Imran secara tegas mencopot salah satu kapolsek karena tidur dalam rapat penanggulangan Corona (Covid-19).(msn/fajar)

Komentar