Jokowi Berani Divaksin Pertama Kali, Sudjiwo Tedjo: Harus Ditayangkan Tanpa Editing

Rabu, 16 Desember 2020 18:51

Sudjiwo Tedjo. (Int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengumumkan bahwa dirinya bersedia menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid-19.

Hal itu menurut Jokowi, agar masyarakat yakin bahwa vaksin tersebut aman untuk digunakan.

“Saya ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama, divaksin pertama kali. Hal ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman,” tegas Jokowi dalam pernyataan persnya secara daring, Rabu (16/12/2020).

Menanggapi itu, budayawan Sudjiwo Tedjo mengapresiasi langkah Jokowi tersebut.

“Bila berita ini benar, salut Mas @jokowi,” tulis Sudjiwo Tedjo di twitternya, Rabu (16/12).

Namun, Tedjo mengusulkan agar proses suntik vaksin itu dilakukan secara terbuka.

Kata dia, dibuatkan video dengan satu kamera. Video itu tanpa ada proses editing. Hal itu agar publik meyakini bahwa Presiden benar-benar telah disuntik vaksin.

“USUL: Untuk mengindari ada yang tidak percaya, apalagi sinis dll, syutingnya satu kamera, tidak ada editing, one shoot taping dari penyedotan vaksin di botol sampai suntikan ..dan tayangannya pakai timer. Kalau saya sih percaya, Mas,” ucap dia.

Tak hanya itu, Sudjiwo Tedjo juga memberikan apresiasi atas kebijakan pemerintah yang mengratiskan vaksin Covid-19.

“Apa pun kalau statusnya BENCANA .. penyelesaiannya harus GRATIS bagi seluruh yg tertimpa. Kaya maupun miskin. Ada pun jika nanti orang2 kaya merasa ndak enak dan mau mbayar nyumbang abis divaksin Covied-19 .. monggo. Salut buat penguasa yg akhirnya menggratiskan vaksinasi ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, selain Jokowi bersedia sebagai orang pertama untuk divaksin, Jokowi juga mengumumkan bahwa vaksin akan diberikan ke masyarakat secara cuma-cuma atau gratis.

“Dapat saya sampaikan bahwa Vaksin COVID-19 untuk masyarakat adalah gratis. Sekali lagi gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali,” ujar Presiden Jokowi.

Jokowi menjelaskan, keputusan vaksin gratis setelah pemerintah menerima masukan dari masyarakat dan melakukan kalkulasi atau perhitungan ulang mengenai keuangan negara. (dal/fin)

Komentar