Pandemi Covid-19, Angka Perceraian Menurun

Rabu, 16 Desember 2020 08:20

Ilustrasi pixabay

FAJAR.CO.ID, SLAWI – Pandemi Covid-19 sedikit banyak berpengaruh pada jumlah angka perceraian di Kabupaten Tegal. Tahun sebelumnya, terdapat 939 cerai talak dan 3.076 cerai gugat.

Tahun ini, setelah pendaftaran perceraian ditutup lebih awal sejak 14 Desember guna mencegah penyebaran Covid-19, jumlahnya menyusut menjadi 815 cerai talak dan 2.778 cerai gugat.

Kepala Pengadilan Agama Kelas I A Kabupaten Tegal H AbdulBasyir melalui Humas Sobirin menyatakan, pendaftaran cerai ditutup akibat belum berakhirnya pandemi Covid-19.”Pendaftaran cerai kami tutup lebih awal untuk mencegah munculnya klaster baru di kantor kami, seiring belum redanya pandemi,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Tegal (Fajar Indonesia Network Grup), Selasa (15/12).

Dijelaskannya, angka cerai di Kabupaten Tegalmasih didominasi kaum istri yang merasa dirugikan. Cerai gugat didominasi istri karena hak-haknya sebagai istri tidak dipenuhi oleh suami.

Langkah nyata utuk menekan angka perceraian selama ini ditempuh dengan mengacu kepada Peraturan Mahkamah Agung Nomor I/Tahun 2016 tentang upaya mediasi.

Intinya, sebelum majelis hakim melakukan pemeriksaan pokok perkara yang diajukan dan dihadiri kedua belah pihak. Yakni pemohon dan termohon, maka harus diupayakan perdamaian melalui mediasi.

Inti mediasi adalah mengurai permasalahan yang dihadapi oleh passangan suami istri yang bersengketa dengan dibantu mediator. Jika upaya tersebut berhasil, gugatan permohonan bisa dicabut.

Bagikan berita ini:
9
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar