Ridwan Kamil Salahkan Mahfud MD Soal Kasus HRS, Teddy Gusnaidi: Jangan Panik Pak!

Rabu, 16 Desember 2020 16:52

Teddy Gusnaidi. (Twitter)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menilai, semua kekacauan terkait Habib Rizieq Shihab dari mulai kedatangannya di Indonesia hingga kerumunan di beberapa tempat, karena adanya statemen Menko Polhukam Mahfud MD.

Seperti diketahu, Mahfud MD saat itu mempersilahkan pendukung Habib Rizieq untuk melakukan penjemputan di Bandara Soekarno Hatta namun dalam keadaan yang damai dan tertib.

“Izinkan saya beropini secara pribadi terhadap rentetan acara hari ini. Pertama menurut saya, semua kekisruhan yang berlarut-larut ini dimulai sejak adanya statement dari Pak Mahfud, di mana penjemputan HRS ini diizinkan,” ujar Ridwan Kamil di Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (16/12).

Ridwan Kamil datang di Mapolda Jawa Barat untuk diperiksa terkait kerumunan yang dibuat Habib Rizieq di Megamendungm Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan, statemen Mahfud MD yang mengizinkan penjemputan Habib Rizieq di Bandara ditafsirkan oleh masyarakat berbeda-beda sehingga terjadi kerumunan-kerumunan di tempat lain.

“Di situlah menjadi tafsir dari ribuan orang yang datang ke bandara ‘selama tertib dan damai boleh’, sehingga terjadi kerumunan yang luar biasa. Nah sehingga ada tafsir ini seolah-lah diskresi dari Pak Mahfud kepada PSBB di Jakarta, di Jabar dan lain sebagainya,” papar Riwan Kamil.

Menanggapi itu, politikus Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menyarankan Ridwan Kamil agar tidak memunculkan opini dengan menyalahkan pihak lain. Teddy bilang, Ridwan Kamil sebaiknya fokus pada pemeriksaan dirinya.

“Anda dipanggil Polda Jabar untuk dimintai keterangan terkait kasus kerumunan di megamendung. Anda jawab saja pertanyaan itu dengan baik jangan malah panik lalu beropini dan mencoba menyalahkan pihak lain. Itu bukan sikap seorang pimpinan menurut saya,” ujar Teddy Gusnaidi dikutip twiternya, Rabu (16/12).

Teddy menilai, Mahfud MD mempersilahkan pendukung Habib Rizieq untuk melakukan penjemputan, itu sah-sah saja. Asalkan sesuai protokol kesehatan.

“Mas @ridwankamil, apakah tidak boleh ada penjemputan? Bolehkan? asalkan tidak melanggar hukum dan sesuai dengan protokol. Malah melanggar hukum jika Mahfud MD melarang, karena tidak ada larangan menjemput,” cetus Teddy Gusnaidi. (dal/fin)

Komentar