Ulil ke Buzzer Jokowi: Walau Saya Kritik Pemerintah Tapi Saya Tetap Anti FPI

Ulil Abshar Abdallah (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Cendekiawan Nahdatul Ulama (NU) Ulil Abshar Abdallah memperingatkan para buzzer pemerintah dan penulis situs Seword, agar tidak mengaitkannya dengan Partai Demokrat.

Ulil mengatakan, dirinya sudah lama tidak berkecimpung di partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono itu.

“Saya tegaskan lagi, terutama kepada para para buzzer pemerintah dan kontributor Seword. Saya sudah lama tidak di Partai Demokrat,” ucap Ulil di twitternya, Rabu (16/12).

Menantu Gus Mus ini mengatakan, sikap dia yang kritis terhadap pemerintah, bukan karena terkait politik tertentu

“Kritik-kritik saya pada pemerintah tak ada kaitannya dengan afiliasi kepartaian. Mengkritik pemerintah tidak mensyaratkan afiliasi kepartaian,” jelas pria yang disapa Gus Ulil ini.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa, sikap kritiknya kepada pemerintah, bukan berarti dia sepakat dengan Front Pembela Islam (FPI).

“Walau saya kritis pada pemerintah, saya tetap anti dan tidak sepakat pada FPI dan kelompok-kelompok Islam kanan,” katanya.

“Wahai buzzer-buzzer pemerintah dan kontributor Seword, mengkritik pemerintah dalam menangani kasus FPI tidak berarti setuju dengan kelompok itu,” papar Ulil.

Suami Iyenas Tsoroiyah ini mengajak para buzzeer agar berfikir jernih. Dia menilai, menjaga pemerintah agar kebijakannya terukur itu dengan cara mengkritiknya.

“Cobalah berpikir jernih. Menjaga Pak Jokowi yang terbaik adalah dengan mengkritik kebijakan-kebijakannya yang salah dan kurang tepat. Bukan membela dan “apologetisme” yang berlebihan ala buzzer-buzzer politik,” katanya. (dal/fin).

Komentar


KONTEN BERSPONSOR