Diadang Masyarakat Desa, Tersangka Korupsi Pengadaan Mesin “Gagal” Ditangkap

Kamis, 17 Desember 2020 18:07

Salah satu warga yang mengamuk dengan membawa sajam kepada penyidik Cabjari, kemarin.

Sebelumnya, diberitakan Manado Post, Selasa (17/11). Kepala Cabjari di Dumoga Sinulingga, mengatakan terdangka AM ditetapkan DPO sejak tanggal 9 November lalu. “Penetapan ini, karena tersangka telah mangkir sebanyak tiga kali pemanggilan oleh penyidik Cabjari di Dumoga,” ujar Sinulingga, saat dihubungi koran ini.

Lanjutnya, dikatakan Sinulingga AM mengajukan Praperadilan dengan kuasa hukum Rosiko SH pada 21 Oktober dengan nomor Praperadilan: 9/PID.PRA/2020/PN.KTG. “Kemarin, hasil permohonan praperadilan tersangka AM, semua dalil di tolak oleh hakim tunggal praperadilan pada PN Kotamobagu,” ujarnya.

Karena itu, sambung dia penetapan tersangka AM oleh penyidik cabjari di Dumoga sah menurut hukum. “Intinya, penetapan tersangka AM ini, berdasarkan peraturan Perundang-undangan,” tukasnya.

Sekadar informasi, tersangka terlibat kasus dugaan korupsi dalam pengadaan mesin paras sebanyak 120 unit, tangki semprot sebanyak 120 unit dan mesin katingting sebanyak 7 unit tahun anggaran 2018.

Tersangka AM tidak memberikan keterangan dan alasan kepada jaksa. Pengadaan bernilai Rp509.500.000, pada Desa Iloheluma. Dari hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp321.931.931. (jpg)

Komentar