Inilah Reformasi Birokrasi Ala ADAMA

Kamis, 17 Desember 2020 15:39

M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma)

“Banyak program baru yang harus segera diselesaikan. Kalau tak bisa mengimbangi, yah mau tak mau harus ada rotasi atau mutasi,” bebernya.

Meski begitu, kata Indira, rotasi pastinya tak akan dilakukan begitu saja. Tetapi, ada evaluasi dan yang tak mampu mengimbangi kerja Danny-Fatma, pasti akan dimutasi.

“Harus ada evaluasi nantinya. Saya kira itu hal yang lumrah untuk kemajuan Kota Makassar,” tandasnya.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto, menyarankan hal pertama yang perlu dilakukan Danny-Fatma setelah dilantik adalah harus bisa membawa Makassar terbebas dari pandemi Covid-19. Sebab, Indonesia, khususnya Makassar juga didera gelombang kedua Covid-19.

“Covid-19 ini butuh penanganan yang serius dan tepat untuk mengendalikannya. Danny-Fatma harus bisa mengatasi ini,” ujarnya.

Terlebih, kata Ali, percepatan pemulihan ekonomi serta mengatasi berbagai hal penting lainnya. Seperti masalah banjir, juga demam berdarah.

“Ini problem Kota Makassar. Danny-Fatma harus membuktikan mereka bisa menyelesaikan ini,” imbaunya.

Hal terpenting lainnya, kata dosen Unhas ini, adalah melakukan reformasi birokrasi. Danny-Fatma harus mencari orang yang benar-benar bisa menerjemahkan visi misi yang dibawa

“Mutasi atau rotasi, mau tak mau harus dilakukan. Agar bisa mendapatkan orang-orang yang bisa mendukung semua program Danny-Fatma,” sarannya.

Dukungan Partai

Sebagai partai pengusung Danny-Fatma pada Pilwalkot Makassar, Ketua Gerindra Makassar, Eric Horas menegaskan, Fraksi Gerindra di DPRD Makassar akan memberikan dukungan penuh demi tuntasnya visi-misi Danny-Fatma.

Komentar


VIDEO TERKINI