Inilah Reformasi Birokrasi Ala ADAMA

Kamis, 17 Desember 2020 15:39

M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma)

Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati sudah menyiapkan 24 program strategis. Reformasi birokrasi salah satu jalan mewujudkannya.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Percepatan menjalankan 24 program strategis sesuai visi misi setelah pasangan dengan tagline Adama itu dilantik menjadi wali kota dan wakil wali kota Makassar.

Ramdhan Pomanto mengatakan, semuanya sudah tertuang dalam program bertajuk “Makassar Terus Dua Kali Tambah Baik”.

“Visi misi ini adalah percepatan mewujudkan kota dunia yang sombere dan smart city dengan imunitas kuat untuk semua,” ujar pria yang akrab disapa Danny itu.

Calon wakil wali kota Makassar, Fatmawati mengatakan, misi pertama yang juga perlu dilakukan adalah revolusi sumber daya manusia (SDM) dan percepatan reformasi birokrasi.

“Reformasi birokrasi ini penting agar bisa membawa Makassar unggul dengan pelayanan publik kelas dunia serta bersih dari indikasi korupsi,” kata Fatma.

Juru bicara Adama, Indira Mulyasari, mengatakan, hal pertama dan utama yang harus dilakukan dalam 100 hari kerja Danny-Fatma adalah melakukan reformasi birokrasi. Ini penting agar semua program yang sebelumnya sudah digagas dalam visi misi, bisa terselesaikan dengan baik dan cepat.

“Danny-Fatma butuh orang-orang yang bisa bekerja dengan cepat. Pak Danny dan Ibu Fatma juga sudah menegaskan hal ini,” ujarnya.

Indira menegaskan, dalam 100 hari kerja Danny-Fatma, banyak hal yang harus dilakukan. Olehnya itu, keduanya harus didukung oleh orang-orang yang sevisi untuk kemajuan Kota Makassar.

“Banyak program baru yang harus segera diselesaikan. Kalau tak bisa mengimbangi, yah mau tak mau harus ada rotasi atau mutasi,” bebernya.

Meski begitu, kata Indira, rotasi pastinya tak akan dilakukan begitu saja. Tetapi, ada evaluasi dan yang tak mampu mengimbangi kerja Danny-Fatma, pasti akan dimutasi.

“Harus ada evaluasi nantinya. Saya kira itu hal yang lumrah untuk kemajuan Kota Makassar,” tandasnya.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Andi Ali Armunanto, menyarankan hal pertama yang perlu dilakukan Danny-Fatma setelah dilantik adalah harus bisa membawa Makassar terbebas dari pandemi Covid-19. Sebab, Indonesia, khususnya Makassar juga didera gelombang kedua Covid-19.

“Covid-19 ini butuh penanganan yang serius dan tepat untuk mengendalikannya. Danny-Fatma harus bisa mengatasi ini,” ujarnya.

Terlebih, kata Ali, percepatan pemulihan ekonomi serta mengatasi berbagai hal penting lainnya. Seperti masalah banjir, juga demam berdarah.

“Ini problem Kota Makassar. Danny-Fatma harus membuktikan mereka bisa menyelesaikan ini,” imbaunya.

Hal terpenting lainnya, kata dosen Unhas ini, adalah melakukan reformasi birokrasi. Danny-Fatma harus mencari orang yang benar-benar bisa menerjemahkan visi misi yang dibawa

“Mutasi atau rotasi, mau tak mau harus dilakukan. Agar bisa mendapatkan orang-orang yang bisa mendukung semua program Danny-Fatma,” sarannya.

Dukungan Partai

Sebagai partai pengusung Danny-Fatma pada Pilwalkot Makassar, Ketua Gerindra Makassar, Eric Horas menegaskan, Fraksi Gerindra di DPRD Makassar akan memberikan dukungan penuh demi tuntasnya visi-misi Danny-Fatma.

“Kami tak ingin Gerindra hanya berhenti sebagai partai pengusung semata. Juga mesti membantu Danny-Fatma menuntaskan semua visi misinya,” ujarnya.

Eric mengatakan, sikap Gerindra sudah dari awal ditegaskan dan semua programnya harus betul-betul dijalankan demi kepentingan masyarakat Makassar.

“Kami yakin Danny-Fatma bisa menuntaskan semua dan membawa Makassar kian maju,” kata Eric.

Dukungan Gubernur

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengucapkan selamat untuk semua kepala daerah yang terpilih. Tidak hanya Makassar saja, melainkan seluruh kepala daerah pilihan rakyat.

Nurdin berharap, kepala daerah terpilih bisa mengemban amanah dengan baik. Membangun daerah yang dipimpinnya, termasuk untuk kelanjutan pembangunan ke depan.

“Tidak hanya Kota Makassar saja. Kami menjadi wakil Pemerintah Pusat di daerah. Tugasnya mendukung pembangunan di daerah ke arah positif,” tutur Nurdin.

Dia juga berharap penyerapan anggaran untuk pembangunan di daerah terus berjalan. Melakukan sejumlah pembangunan yang sudah berjalan maupun yang direncanakan segera dilaksanakan.

“Jadi bagi siapa pun wali kota, wakil wali kota, bupati dan wakil bupati yang terpilih, mari kita bersama-sama menyatukan visi misi. Utamanya untuk kesejahteraan masyarakat. Kami juga menantikan inovasi serta kreativitas daerah,” tambahnya.

Mutasi di Pemkot

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin menyebut akan melakukan promosi pejabat besar-besaran usai pilwalkot. Mutasi ini untuk mengisi kekosongan pejabat yang sudah cukup lama.

Banyak kepala dinas rangkap jabatan. Pegawai eselon III dan IV juga berstatus pelaksana tugas (plt). Rudy mengaku mengkhawatirkan kondisi pemerintahan seperti ini. Regenerasi harus dilakukan.

Rudy menyebut baru berani melakukan mutasi besar-besaran setelah pilwalkot. Dia tidak mau kebijakannya digiring ke isu politik.

“Dari awal saya sudah lakukan. Hanya, kadang ada juga teman-teman yang melihat kalau kita melakukan pengisian atau mutasi, selalu dilihat dari sudut pandang ada kepentingan politik dan lain-lain,” terang Rudy.

Nama-nama yang diusulkan Rudy juga telah sampai di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Ribuan nama ASN telah dikirim. “Nama-nama sudah kita kantongi. Izin Kemendagri juga segera terbit,” terangnya.

Kata Rudy, kebijakan itu akan dilakukan secara bertahap. Jika semua telah terisi, barulah diadakan lelang jabatan untuk level kepala dinas. Tetapi rencana ini masih melihat situasi, mengingat statusnya sebagai pj wali kota. (*)

  • REPORTER: SUARDI-ANDI SYAIFUL
  • EDITOR: HARIFUDDIN-RIDWAN MARZUKI

Komentar