Kasus Istri Wakil Bupati Bone Dihentikan, ACC Bilang Ini

Kamis, 17 Desember 2020 14:07

ILUSTRASI. Korupsi

FAJAR.CO.ID, BONE — Polisi memberikan kepastian hukum kepada Eks Kabid Paud Disdik Bone, Erniati. Polisi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Alasannya bukti tidak cukup.

Tanggal 7 Oktober 2019 Ditreskrimsus Polda Sulsel telah menetapkan empat tersangka kasus pengadaan buku Paud Disdik Bone. Erniati, Masdar, Ikhsan, dan Sulastri. Saat itu polisi menjabarkan perannya masing-masing sehingga alat bukti dinyatakan cukup untuk ditetapkan tersangka.

Sejak saat itu hanya tiga berkas yang dinyatakan polisi lengkap untuk dilimpahkan yakni, Masdar, Ikhsan dan Sulastri. Ketiga tersangka itu sudah di vonis. Sementara Erniati yang juga istri Wakil Bupati Bone itu sampai saat ini belum juga dinyatakan lengkap berkasnya.

Sudah enam kali bolak-balik dari penyidik ke kejaksaan. Sekarang, berkas perkara Erniati sudah dihentikan. “Kasusnya dihentikan dan kemarin SP3-nya telah dibawa ke Kejaksaan,” kata Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Ardy Yusuf Kamis (17/12/2020).

Kata dia, ini hasil gelar perkara di Polda dan tidak cukup bukti mengarah ke Erniati. “Berkasnya bolak balik, makanya kita kasihkan kepastian hukum,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti Anti Corruption Committe (ACC) Sulawesi, Angga Reksa mempertanyakan dasar SP3 tersebut bisa terbit. Sebab, sejak awal Erniati jelas perannya dengan tiga tersangka lainnya. “Pihak polisi juga jangan bertindak selaku hakim. Yang menilai dia bersalah atau tidak. Itu adalah wewenang hakim,” ucapnya.

Komentar