KH Mudzakir: Di Amerika 1 Nyawa Dibunuh Gempar, di Sini 6 Nyawa Hilang Diumumkan dengan Wajah Bengis

Kamis, 17 Desember 2020 16:21

Pengasuh Pondok Pesantren Al Islam Surakarta, Ustad KH Mudzakir. (Youtube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengasuh Pondok Pesantren Al Islam Surakarta, Ustad KH Mudzakir jadi perbincangan publikk di media sosial. Pasalnya, salah satu videonya yang membahas tentang 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas ditembak Polisi, viral pada Kamis (17/12).

Lewat video berduras 2 menit itu, Ustad Mudzakir menyentil pihak kepolisian yang dinilai arogan dalam menegakkan hukum terhadap 6 laskar FPI itu.

Ustad Mudzakir bilang, di Amerika yang bukan negara Pancasila saja mereka sangat menghargai nyawa manusia. Satu orang tewas di tangan kepolisian saja gempar.

“Untuk 6 nyawa yang dibunuh, tenang-tenang saja, di Amerika sana, negara yang sama sekali tidak Islam, negara yang sama sekali tidak pancasilais, (tapi) satu orang mati, gempar seluruh dunia, hanya satu orang mati,” kata Ustad Mudzakir di video tersebut.

Dia menyayangkan kepolisian yang seolah bangga dan mengumumkan 6 korban laskar FPI yang tewas ditembak.

“Ini 6 nyawa ditumpas, dan yang membunuh yang menumpas, mengakui lagi, mengumumkan dengan wajah yang bengis, apakah itu penghormatan, apakah itu perlindungan, apakah itu pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Mudzakir.

Dia menilai, smboyang kepolisian soal melindungi dan mengayomi hanya sebatas di bibir.

“Kalau semboyangnya mengayomi dan melayani masyarakat, bagaimana itu 6 orang tidak tergolong masyarakat yang harus diayomi dan dilayani?” katanya.

Dia mengatakan, Indonesia adalah negara hukum. Semua kasus seharusnya melalui jalur hukum bukan lantas ditembak.

“Katakanlah kalau dia penjahat… katanya ini negara hukum, di mana hukumnya, kenapa mereka itu dibantai begitu saja,” ucapnya.

Mudzakir juga menduga kepolsian melalukan rekayasa dengan memberi keterangan terkait 6 laskar FPI itu.

“Di luar sana satu nyawa melayang bisa terjadi perang antar negara, tapi yang terjadi sini, 6 nyawa yang katanya berprikemanusiaan, katanya berkeadilan sosial, di mana itu, hanya di mulut saja tidak ada artinya pelaksanaannya semua yang mereka katankan merupakan kebohongan sama sekali lalu direkayasa, sesudah melakukan kejahatan lalu merekayasa

Dia meminta umat Islam punya kepedulian terkait kasus ini. Setidaknya sebagai saudara sesama kemanusiaan.

“Walaupun tidak ada hubungan keluaga, tidak ada hubungan kerabat, tapi mereka adalah manusia, sama saja agamanya Islam atu bukan islam kalau mereka dibantai, disia-siakan, zalim kita membiarkannya,” katanya. (dal/fin)

Komentar