Libur Nataru, Seperti Ini Seruan Anies Baswedan

Kamis, 17 Desember 2020 14:27

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat tiba di Polda Metro Jaya-- Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan menerbitkan Intruksi Gubernur (Ingub) Nomor 64 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pengendalian, serta Seruan Gubernur (Sergub) Nomor 17 Tahun 2020, tentang pengendalian kegiatan masyarakat. Kedua aturan tersebut ditujukan untuk mencegah munculnya klaster libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 atau Nataru.

Anies mengatakan, Ingub dan Sergub ini merupakan langkah antisipasi ekstra dari Pemprov DKI menghadapi musim liburan yang berpotensi menjadi klaster Covid-19. Sebab, selama ini setelah libur panjang kerap kali terjadi peningkatan kasus Covid-19.

“Bahwa perangkat hukum kita berupa Pergub (yang mengatur PSBB) tidak perlu ada perubahan, yang dilakukan tambahan adalah Seruan Gubernur, Instruksi Gubernur, dan SK Kepala Dinas yang relevan karena secara garis besar kita berhadapan dengan musim liburan sesungguhnya memasuki akhir tahun ini,” kata Anies dalam keterangan tertulis, Rabu (17/12).

Dalam Sergub yang diterbitkan kali ini, Anies meminta agar perkantoran sudah berhenti beroperasi maksimal pukul 19.00 WIB. Adapun pegawainya tidak melebihi 50 persen kapasitas ruangan.

Selain itu, untuk kategori pusat perbelanjaan, mal, atau restoran dibatasi jam operasionalnya hingga pukul 21.00 WIB. Kapasitas pengunjung pun harus dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas.

Sementara itu, pada 24-27 dan 31 Desember 2020 masyarakat diminta tidak bepergian jika tidak mendesak. Mereka diminta hanya keluar untuk melaksanakan ibadah.

“Concern kita masa liburan kegiatan bersama dalam lingkar kegiatan non usaha, karena itu seruan kita akan siapkan. Bahwa yang kita atur pengetatannya potensi di luar rumah itu tinggi yaitu pada tanggal 24 sampai 27 Desember, 31 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021. Periode yang harusnya masyarakat ada di rumah,” imbuh Anies.

Anies juga meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta memantau kegiatan keluar masuk warga ke Jakarta. Harus dilaksanakan pengecekan surat keterangan hasil rapid test antigen terhadap pelaku perjalanan.

“Diharapkan melalui Ingub dan Sergub ini, hal yang tidak kita inginkan (lonjakan kasus) tidak terjadi. Kami mengimbau agar mayarakat tetap memprioritaskan berada di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah kecuali untuk kegiatan yang mendasar atau mendesak,” pungkas Anies. (jpc/fajar)

Bagikan berita ini:
5
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar