Salah Tangkap Dosen di Makassar, 21 Saksi Diperiksa, Kasus Belum Terungkap

Kamis, 17 Desember 2020 18:13

Korban salah tangkap (diblur).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus dugaan salah tangkap terhadap seorang dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI), Andri Mamonto, yang dilakukan oknum aparat belum juga terungkap.

Kasus itu merupakan buntut aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja yang berujung pada bentrok polisi dan massa, di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar pada 8 Oktober 2020 lalu.

Penyidik dari Polda Sulsel yang menangani kasus ini mengaku telah memeriksa sebanyak 21 orang saksi untuk mengungkap kasus.

“Sementara berjalan prosesnya. Sekitar 21 orang (saksi diperiksa),” kata Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sulsel, Kompol Suprianto, Kamis (17/12/2020).

“Mereka adalah yang diduga saat kejadian ada di TKP dan masih ada beberapa saksi lagi yang harus kami periksa,” sambung perwira satu melati ini.

Sayangnya, 21 saksi yang diperiksa, kasus yang sudah berjalan sekitar dua bulan ini belum ada titik terang.

Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Sulsel mendesak Polda Sulsel untuk segera mengungkap kasus tersebut.

Apalagi, korban Andri bersama PBHI Sulsel telah bersurat ke Komnas HAM agar Polda Sulsel segera mengungkap kasus ini yang menimpa dosen muda berusia 27 tahun ini.

Surat itu bernomor 1142/K-PMT/X/2020 diterbitkan Komnas HAM pada 15 Oktober 2020 yang ditandatangani oleh Komisioner Komnas HAM Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan, M Choirul Anam yang ditujukan kepada Kapolda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam.

Komentar