6 Laskar FPI Tewas, Belasan Aktivis 98 Desak Jokowi Bentuk TPFI

Pengawal HRS yang diduga ditembak mati polisi (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Sejumlah aktivis 98 mendesak Presiden Jokowi membentuk Tim Pencari Fakta Independen (TPFI) tewasnya enam anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin (7/12) lalu.

Aktivis 98 yang mendesak pembentukan TPFI antara lain, Ubedilah Badrun, Ray Rangkuti, A Wakil Kamal, Asep Supri, Andrianto, Teuku Syahrul Ansori, Erfi Firmansyah, Fuad Adnan, Aria Ator, M Jusril, dan Fahrus Zaman Fadhly.

Mereka menilai TPFI merupakan cara yang tepat, elegan, profesional, dan terpercaya untuk mengungkap kasus ini.

Salah satu dari sejumlah aktivis itu yaitu Ubedilah Badrun mengungkapkan alasan mereka dan kawan-kawannya mendesak Jokowi mengusut tuntas tewasnya enam laskar FPI itu.

Menurutnya tindakan aparat kepolisian terhadap pengawal Habib Rizieq Shihab (HRS) itu diduga sudah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

“Tindakan aparat keamanan tersebut bukanlah kategori peristiwa hukum biasa. Akan tetapi, masuk kategori hukum berat karena berkaitan dengan perlindungan terhadap hak hidup warga negara,” kata Ubaidillah dalam keterangan tertulis yang diterima Pojoksatu.id, Jumat (18/12/2020).

Ia juga menyebut bahwa pembentukan TPFI merupakan jalan yang dijamin oleh Universal Declaration of Human Right, Convention Against Torture Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (1984), dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Untuk diketahui, saat ini Komnas HAM tengah melakukan pencarian terkait kasus tewasnya enam laskar FPI pengawal Habib Rizieq Shihab.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR