Gubernur Sulsel Belum Berencana Lakukan Swab Massal Lingkup Pemprov, Ini Alasannya

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah-- fajar

FAJAR.CO. ID, MAKASSAR– Sejumlah kantor OPD di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terpaksa ditutup dengan alasan terdapat beberapa staf yang terpapar Covid-19.

Nah, apakah akan dilakukan swab di lingkup Pemprov Sulsel? Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan sejauh ini belum menyiapkan swab untuk seluruh pegawai di Pemprov Sulsel.

Lantaran, harga swab cukup mahal. Sehingga, untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 semakin meluas, pihaknya menginstruksikan kepada Kepala OPD, bila ada anggotanya yang terindikasi gejala Corona, segara lakukan isolasi diri dan bekerja dari rumah atau WFH.

“Kalau sudah ada indikasi, langsung isolasi saja nanti setelah isolasi 6 hari baru diswab karena kalau langsung diswab sudah jelas dia positif Covid-19,” kata Nurdin, Jumat (18/12/2020).

Selain karena biaya mahal, ia menilai dengan dilakukan swab secara menyeluruh, bisa saja membebani pikiran dan memicu terjadinya stress kepada pegawai yang berakibat menurunkan imunitas tubuh.

Oleh karena itu, ia menyarankan apabila telah memiliki gejala seperti batuk dan demam, sebaiknya isolasi diri.

“Makanya kita siapkan hotel, isolasi di sana dan kalau misalnya 5 hari batuknya tidak hilang, baru diswab,” ungkap Nurdin.

“Saya saja yang tunggu hasil tes PCR 2 jam, waduh sudah tidak konsentrasi, takut-takut saya,” sambungnya.

Sementara itu, ia mengimbau seluruh kantor OPD, jika ada yang sudah terindikasi, maka langsung melakukan WFH tanpa menunggu instruksi dari atasan.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR