Jatim Siap Vaksinasi Covid-19, Khofifah Pantau Simulasi di RS Islam Jemursari

Jumat, 18 Desember 2020 15:05

Gubernur Khofifah memantau simulasi vaksinasi di RSI Jemursari pada Jumat (18/12). (Rafika Yahya/JawaPos.com)

”Jadi pelaksanaan vaksinasi tidak sampai berbulan-bulan, kecuali jika mendapat tambahan vaksin, kami akan siapkan penambahan vaksinator,” terang Khofifah.

Khofifah menjelaskan, seluruh vaksinator telah menjalani sertifikasi. Mereka juga melalui proses latihan sebanyak 7 kali. Untuk simulasi, RSI Jemursari ditunjuk Kemenkes untuk menjadi contoh bagi RS swasta lainnya.

”Semoga ini bisa menyemangati rumah sakit lain di Jatim,” kata Khofifah.

Sementara itu, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Muhammad Budi Hidayat menyebut, pelaksanaan pembagian vaksin merupakan kolaborasi seluruh pihak. Vaksin itu diburu seluruh dunia. Sehingga dalam pendistribusiannya di-back up TNI-Polri.

Untuk simulasi, Budi turut memantau dan melakukan cek simulasi imunisasi Covid-19 terkait penerapan SOP, SDM, kapasitas, dan alat penyimpanan vaksin.

”Untuk Jatim, dari data logistik, vaksinator, dan faskes, setelah kami hitung akan mampu menyelesaikan vaksinasi sekitar 6 bulan. Nanti, kami cek datanya agar valid. Kami berharap agar pelaksanaan vaksinasi sukses,” ujar Budi.

Direktur RSI Jemursari Ramdhani mengonfirmasi kesiapannya. Sebab, RSI Jemursari oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) ditunjuk sebagai vaksinasi internasional. Sebut saja vaksinasi meningitis haji dan umrah.

”Allhamdulillah RSI Jemursari sejauh ini tidak ada masalah karena kita telah ditunjuk KKP sebagai tempat vaksinasi internasional baik haji maupun umrah,” kata Ramdhani. (jpc/fajar)

Komentar