Jatim Siap Vaksinasi Covid-19, Khofifah Pantau Simulasi di RS Islam Jemursari

Jumat, 18 Desember 2020 15:05

Gubernur Khofifah memantau simulasi vaksinasi di RSI Jemursari pada Jumat (18/12). (Rafika Yahya/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Jawa Timur bersiap diri menyambut pembagian vaksin Covid-19. Jumat (18/12), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau simulasi vaksinasi di Rumah Sakit Islam Jemursari.

Khofifah didampingi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sekaligus Rais Amm PBNU, KH Miftahul Akhyar.

Selain itu, dalam acara tersebut, turut hadir Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Muhammad Budi Hidayat, Kadinkes Jawa Timur, Direktur RSI Jemursari Ramdhani, Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar, Ketua Umum Arsinu H.M Zulfikar As’ad, dan tokoh lainnya.

”Kehadiran KH Miftahul ini menunjukkan bahwa vaksin ini halal. Kehalalan menjadi bagian yang penting dalam meyakinkan masyarakat. Sebanyak apapun vaksin yang disiapkan, ketika masyarakat merasa ragu, pelaksanaan imunisasi vaksin Covid-19 tidak akan sukses,” ujar Khofifah.

Dia menegaskan, Jawa Timur siap memberikan imunisasi vaksin kepada masyarakat. Pemprov sudah menyiapkan 2.504 vaksinator yang akan memberikan vaksin bagi masyarakat. ”Selain itu ada juga 8.501 vaksin karier, 1.800 unit cold storage (lemari es) untuk menyimpan vaksin,” papar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, berdasar data Kemenkes, untuk tahap awal Pemprov Jatim mendapatkan jatah sebanyak 317.000 vaksin. Dari jumlah itu, jika dibagi dua menjadi sekitar 158.500 vaksin. Saati ini, Pemprov Jatim telah memiliki 2.404 vaksinator bersertifikat. Jika satu orang diberikan vaksin sebanyak dua kali, dalam waktu 14 hari bisa terpenuhi.

”Jadi pelaksanaan vaksinasi tidak sampai berbulan-bulan, kecuali jika mendapat tambahan vaksin, kami akan siapkan penambahan vaksinator,” terang Khofifah.

Khofifah menjelaskan, seluruh vaksinator telah menjalani sertifikasi. Mereka juga melalui proses latihan sebanyak 7 kali. Untuk simulasi, RSI Jemursari ditunjuk Kemenkes untuk menjadi contoh bagi RS swasta lainnya.

”Semoga ini bisa menyemangati rumah sakit lain di Jatim,” kata Khofifah.

Sementara itu, Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Muhammad Budi Hidayat menyebut, pelaksanaan pembagian vaksin merupakan kolaborasi seluruh pihak. Vaksin itu diburu seluruh dunia. Sehingga dalam pendistribusiannya di-back up TNI-Polri.

Untuk simulasi, Budi turut memantau dan melakukan cek simulasi imunisasi Covid-19 terkait penerapan SOP, SDM, kapasitas, dan alat penyimpanan vaksin.

”Untuk Jatim, dari data logistik, vaksinator, dan faskes, setelah kami hitung akan mampu menyelesaikan vaksinasi sekitar 6 bulan. Nanti, kami cek datanya agar valid. Kami berharap agar pelaksanaan vaksinasi sukses,” ujar Budi.

Direktur RSI Jemursari Ramdhani mengonfirmasi kesiapannya. Sebab, RSI Jemursari oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) ditunjuk sebagai vaksinasi internasional. Sebut saja vaksinasi meningitis haji dan umrah.

”Allhamdulillah RSI Jemursari sejauh ini tidak ada masalah karena kita telah ditunjuk KKP sebagai tempat vaksinasi internasional baik haji maupun umrah,” kata Ramdhani. (jpc/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI