Kasus Covid-19 Meningkat, Pj Wali Kota Makassar: Efek Pilkada

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus Covid 19 di Kota Makassar terus meningkat beberapa hari terakhir. Padahal dalam beberapa bulan terakhir sempat terkendali.

Pj Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengklaim, peningkatan kasus yang terjadi akibat pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Daerah) 9 Desember lalu.

Bukan hanya itu, aktivitas warga yang sudah mulai longgar kembali, juga berperan menyumbang banyaknya kasus yang ada.

“Peningkatan ini disebabkan aktivitas warga yang meningkat dan efek pelaksanaan pilkada. Ini menjadi penyebabnya,” ungkap Rudy saat ditemui, Jumat (18/12/2020).

Agar kasus tidak meningkat, Pemkot Makassar kemudian melarang perayaan natal dan tahun baru dengan berkerumun. Selain itu pembatasan tempat keramaian juga akan diterapkan mulai 23 Desember mendatang.

“Potensi yang kemungkinan terjadi saat perayaan natal dan tahun baru. Tentu kita antisipasi jangan menambah lagi wabah covid,” jelasnya.

Peningkatan ini sudah diprediksi oleh Epidemiologi Universitas Hasanuddin, Ansariadi. Ia menilai Pilkada di Makassar akan menyumbang banyak kasus setelahnya.

Menurut Ansariadi, jika masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan, maka kasus Covid di Makassar bisa melonjak tajam. Bahkan mencapai 150 persen.

“Bisa dicegah, jika protkes ditaati warga. Ini kita perkirakan terjadi lonjakan kasus hingga 150 persen,” ujar Ansariadi, beberapa waktu lalu.

Data Satgas Covid 19 Kota Makassar dari tanggal 12 – 17 Desember, total 808 kasus terkonfirmasi positif. Sedangkan keseluruhan jumlah kasus mencapai 12.113. (ikbal/fajar)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR