Pemimpin Berganti, Proyek Terancam Mangkrak yang Rugi Rakyat

Jumat, 18 Desember 2020 15:32

Pembangunan jalur Pedistrian di kawasan Pantai Bira, Bulukumba terus dipacu. (Foto: Humas pemprov)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintahan baru jangan memangkrakkan proyek pemerintahan sebelumnya. Hanya menjadikan anggaran sia-sia, rakyat tak menikmati manfaatnya.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menuturkan pimpinan boleh berganti. Akan tetapi, program yang ditinggalkan pimpinan lama wajib dilanjutkan. Kecuali, proyek tersebut terdapat masalah.

Selama tak ada masalah, program tersebut wajib dilanjutkan. “Misalnya Stadion Barombong. Setelah kita kaji ada lahan milik GMTD di kawasan itu. Kalau kita lanjutkan, ada masalah alas hak dan masih dalam proses perundingan,” bebernya, Kamis, 17 Desember.

Pemprov, kata Nurdin juga tetap melanjutkan pembangunan Masjid 99 Kubah. Bahkan, Januari 2021 mendatang, sudah mulai dikerjakan. Setelah proses audit fisik, dia memutuskan untuk melakukan perencanaan ulang dengan anggaran Rp22 miliar untuk fungsional tahun depan.

Dia berharap para bupati dan wali kota terpilih dari pilkada serentak bisa mengemban amanah yang diberikan masyarakat. Menyamakan visi dan misi dengan pemprov. Apalagi, perencanaannya jelas, tinggal mengatur pelaksanaan program tahun pertama, kedua, dan seterusnya.

Kata Nurdin, banyak hal yang akan dilakukan oleh daerah. Tetapi APBD-nya terbatas. Provinsi pun siap memberikan dukungan agar masyarakat bisa cepat menikmati hasilnya.

Dia mencontohkan pembangunan jalan seharusnya 5 Km, tetapi kemampuan daerah hanya 2 Km. “Nah, pemprov bantu 3 kilometer untuk tuntaskan,” ungkapnya.

Apalagi, kata Nurdin, untuk Makassar yang merupakan barometer kawasan timur Indonesia, serta ibu kota provinsi. Dia berharap kerja sama yang telah terbangun selama ini bisa dipertahankan.

“Kalau ada masalah satu kepala yang pikirkan dengan satu kepala pasti hasilnya beda. Saya kira model sekarang ini kita tidak bisa lagi hidup sendiri, harus bergantung pada yang lain,” ungkapnya.

Mantan bupati Bantaeng ini menganggap pelaksanaan pilkada di masa pandemi merupakan sesuatu yang luar bisa. Apalagi taruhannya adalah nyawa. Walaupun imbasnya ke peningkatan kasus, pelaksanaan pilkada kali ini berhasil.

Dia meyakini dampak pilkada ini akan terbayar jika semua kepala daerah yang terpilih bisa mengambil langkah untuk melindungi masyarakat dari Covid-19.

Visi Misi Berbeda

Muhammad Yusran Lalogau, peraih suara terbanyak Pilkada Pangkep masih klan Syamsuddin Hamid, bupati Pangkep saat ini. Syahban Sammana yang mendampingi Yusran juga merupakan wakil bupati saat ini.

Meski demikian, Yusran dan Syahban tak serta merta melanjutkan program pembangunan Syamsuddin Hamid. Keduanya punya visi dan misi pembangunan berbeda.

Yusran Lalogau menjelaskan, programnya akan menyesuaikan visi dan misinya yang telah digagas bersama Syahban Sammana. Ia menyebut akan ada perbedaan dengan pemerintahan saat yang saat ini masih dipimpin oleh pamannya, Syamsuddin Hamid.

“Tentu akan ada yang berbeda. Kita punya visi dan misi yang sudah dirancang untuk Pangkep yang lebih baik dan hebat ke depan,” jelasnya.

Soal program unggulan pemerintah saat ini yakni SPP gratis, Yusran mengaku masih akan mengkaji. “Nanti kita lihat. Disesuaikan dengan anggaran. Untuk sektor pendidikan, kami sudah punya program seragam gratis bagi pelajar mulai tingkat SD-SMP. Ini kami lakukan untuk mewujudkan Pangkep Cerdas,” paparnya.

Wakil Bupati Pangkep terpilih, Syahban Sammana mengatakan, bersama Yusran Lalogau, pihaknya punya visi-misi Pangkep Hebat.

“Ada 10 program Pangkep Hebat yang akan diwujudkan bersama Pak Yusran nantinya. Mulai dari Pangkep Kuat, Pangkep Maju, Pangkep Cerdas, Pangkep Sehat hingga Pangkep Sejahtera,” tambahnya.

  • REPORTER: SUARDI-SAKINAH
  • EDITOR: HARIFUDDIN-RIDWAN MARZUKI

Komentar