Pengusaha Mengeluh Bunga Kredit Awet di Dua Digit

Jumat, 18 Desember 2020 15:21

Grafis Fajar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate di level 3,75 persen. Namun, pengusaha mengeluhkan suku bunga perbankan yang tetap awet di kisaran dua digit.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, hasil rapat dewan gubernur (RDG) BI memutuskan untuk mempertahankan BI-7 days reverse repo rate (BI- 7 DRR) 3,75 persen, deposit facility tetap 3 persen, dan bunga lending facility tetap 4,5 persen.

Keputusan ini, kata Perry, menimbang prakiraan inflasi yang tetap rendah. Pertimbangan lainnya, stabilitas eksternal yang terjaga dan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Perbaikan ekonomi terus berlanjut dengan ekonomi yang tumbuh 5 persen di 2021,” kata Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis, 17 Desember.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel, Latunreng mengapresiasi keputusan BI. Hanya saja, dia menyayangkan suku bunga rendah ini tidak diikuti penurunan bunga kredit di perbankan.

Selama sembilan bulan melewati masa sulit, bunga kredit perbankan sangat awet di kisaran dua digit. Kata Latunreng, ada yang sampai 12 persen. Meski bunga deposito sudah sangat rendah.

“Dalam kondisi susah begini, di sinilah fungsi pembinaan perbankan. Perbankan yang baik membina dunia usaha. Perbankan tidak mungkin bangga kalau kredit sampai macet,” kata Latunreng.

Latunreng berharap agar BI maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ketika menerapkan kebijakan, perlu menjalankan secara berkesinambungan. “Saya kira pengawas perbankan harus mendisiplinkan. Jangan pura-pura diam kalau ada bank yang tidak jalankan,” pintanya.

Komentar