Sejumlah Provinsi Perketat Pintu Masuk, Gubernur Sulsel Pertimbangkan Swab Tes di Bandara

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah-- fajar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengaku hingga kini masih mempertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan tes swab di pintu-pintu masuk Kota Makassar, khususnya pada jalur penerbangan.

Ia menyebut kebijakan itu masih harus dibicarakan dan dikoordinasikan dengan elemen yang berkompeten.

“Lagi dibicarakan kebijakan swab di bandara,” kata Nurdin singkat, Jumat (17/12/2020).

Kendati belum menerapkan swab tes, ia menuturkan sejauh ini, aktivitas pergerakan masyarakat yang ingin bepergian diwajibkan untuk rapid tes.

Begitupun dengan surat keterangan bebas Covid-19, lanjut Nurdin, harus dimiliki bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan lintas provinsi.

“Pastilah, kan di rapid dulu dan suket wajib dibawa karena kebijakan ini sudah berlaku sejak lama,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah provinsi mulai memberlakukan kebijakan swab tes untuk memperketat penularan Covid-19, khususnya di bandara.

Kunjungan ke Bali misalnya, selama libur Natal dan tahun baru 2021 harus disertai dengan surat keterangan hasil negatif uji swab berbasis PCR paling lama dua hari sebelum keberangkatan.

Hal yang sama juga dilakukan di Jakarta, warga yang ingin masuk ke ibu kota lewat udara atau bandara wajib membawa dokumen hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR) atau rapid test antigen.

Lebih jauh, eks Bupati Bantaeng dua periode itu menuturkan jelang Natal dan Tahu Baru, pihaknya akan memperketat penjagaan yang bukan hanya di pintu masuk melainkan tempat-tempat yang rawan dijadikan tempat berkumpul banyak orang.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR