SP3 Kasus Istri Wabup, Jaksa Tidak Mau Mati Bola, Polisi Jilat Ludah Sendiri

Jumat, 18 Desember 2020 16:53

ILUSTRASI.

FAJAR.CO.ID, BONE — Polisi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk kasus dugaan korupsi yang menyeret Eks Kabid Paud Disdik Bone, Erniati.

Ada banyak spekulasi yang muncul pasca dihentikannya kasus istri Wabup Bone itu. Pada Tanggal 7 Oktober 2019 Ditreskrimsus Polda Sulsel telah menetapkan empat tersangka. Masing-masing punya peranan penting.

Sejak saat itu hanya tiga berkas yang dinyatakan polisi lengkap untuk dilimpahkan yakni, Masdar, Ikhsan dan Sulastri. Ketiga tersangka itu sudah di vonis. Sementara Erniati sampai saat ini belum juga dinyatakan lengkap berkasnya. Malah dihentikan.

Guru Besar Hukum UMI, Prof Hambali Thalib mengutarakan, dalam ranah hukum ada istilah kepastian hukum yang berarti memberi kepastian terhadap problem hukum yang dihadapi seseorang. Kalau status tadinya tersangka harus ada kepastian karena sudah lebih satu tahun.

“Nah yang dimaksud kepastian hukum sebenarnya itu kalau didalam proses hukum ketika sebuah kasus mempunyai putusan berkekuatan hukum tetap. Soal SP3 Erniati memberi kepastian bahwa perkaranya dihentikan. Penghentiannya tidak permanen. Namun dihentikan sementara,” katanya Jumat (18/12/2020).

Artinya, kalau ada bukti baru yang menunjukkan cukup bukti maka perkara itu bisa dilanjutkan. Kalau penghentian SP3 ada beberapa alasan yakni tidak cukup bukti, bukan tindak pidana, dan kadaluarsa.

“Kalau saya dengar alasan penyidik tidak cukup bukti. Kalau memang tidak cukup bukti dari awal kan penyidik sudah melimpahkan. Berarti kalau sudah dilimpahkan itu cukup bukti,” bebernya.

Komentar