Tiga Jam, Elevasi Air Bendungan Bili-bili Naik Satu Meter

Jumat, 18 Desember 2020 21:50

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat meninjau Bendungan Bili-bili. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, GOWA – Hujan terus mengguyur Kabupaten Gowa. Bagi masyarakat yang tinggal di Gowa, Takalar dan Makassar ini, tentu tidak asing dengan Bendungan Bili-bili.

Bendungan ini selalu diwaspadai di setiap musim hujan. Termasuk saat ini. Warga khawatir, elevasi atau ketinggian air melebihi batas yang ditentukan.

Per hari Jumat, (18/12/2020) pukul 20.00 Wita, elevasi air bendungan ini perlahan mengalami kenaikan seiring dengan intensitas curah hujan yang meninggi.

Sejak pukul 17.00 Wita tadi, air di bendungan yang dibangun sejak tahun 1991 ini hanya 82,98 MDPL. Lalu masuk pada pukul 20.00 Wita, elevasi air sudah berada di angka 83,29 MDPL.

Data itu diperoleh dari petugas yang berjaga di bendungan itu dan dirilis oleh Kapolsek Parangloe, Iptu Kasmawati kepada wartawan.

“Hari ini elevasi naik kurang ebih satu MDPL,” singkatnya.

Elevasi normal berada di bawah angka 99,50 MDPL. Elevasi waspada di angka 101,70 MDPL, elevasi siaga 102,60 MDPL, dan Elevasi awas di angka 103,30 MDPL.

Meski elevasi air saat ini berada di angka 83,29 MDPL, hal itu masih berstatus aman. Kendati demikian, warga di Gowa diimbau untuk tetap waspada. Utamanya yang tinggal di sekitar Sungai Jeneberang.

Tak hanya itu saja, warga atau pengendara yang melintas di Jalan Poros Malino, Kecamatan Parangloe, untuk waspada di musim hujan ini. Medan jalan yang licin dan rawan longsor bisa saja terjadi kapan saja.

Komentar