Bermodal Perahu dari Batang Pohon Pisang, Warga Raup Rupiah di Tengah Banjir

Sabtu, 19 Desember 2020 21:23

Perahu darurat yang dibuat warga datangkan rupiah.

FAJAR.CO.ID, GOWA — Sejumlah warga yang bermukim di sekitaran Jalan Poros Gowa-Takalar, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa kembali kedatangan tamu musiman.

Di lokasi yang padat permukiman penduduk itu kembali terendam banjir, pasca hujan mengguyur sejak kemarin malam hingga saat ini. Ketinggian air mencapai selutut orang dewasa.

Namun hal itu dianggap biasa dan membuat warga memilih bertahan di rumahnya. Namun sejumlah pengendara roda dua harus merasakan dampaknya.

Ketinggian air itu membuat motor menjadi mogok. Warga sekitar pun berinisiatif untuk membuat alat transportasi, berupa perahu yang terbuat dari batang pohon pisang.

Perahu itu pun dipakai untuk mengangkut sepeda motor pengendara agar terbebas dari genangan air, dan ditarik oleh warga sekitar sampai ke titik aman dari banjir.

Dari situ, warga pun meraup untuk di setiap satu kali angkut sepeda motor. Dalam satu kali angkut, warga mematok tarif Rp5 ribu rupiah.

“Rp5 ribu satu kali angkut. Jadi dalam sehari kami dapat hingga Rp100 ribu rupiah,” kata warga, Imran, Sabtu (19/12/2020).

Bagi dia, banjir yang merendam rumahnya sejak kemarin malam tidak membuat perekonomian keluarganya menurun. Dia bersama rekannya pun tak lelah meski pun hujan terus mengguyur Butta Bersejarah ini.

“Banjir memang sejak kemarin malam. Paling banyak yang kami dapat uang Rp150 ribu. Semua tergantung dari jumlah penumpang,” pungkasnya sambil menarik perahu buatannya.

Meski layanan transportasi itu sudah ada, rupanya masih ada beberapa pengendara yang enggan naik perahu buatan tersebut. Dia lebih memilih menerobos genangan air setinggi lutut orang dewasa.

Alhasil, belum sampai di titik bebas banjir, mesin sepeda motornya pun mati di tengah genangan air alias mogok. Pengendara itu pun terpaksa mendorong motornya sendiri yang sudah kemasukan air pada mesin.

Beruntung masih ada warga lain yang bersedia membantu pengendara itu, agar sepeda motornya bisa normal kembali. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
4
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar