Klaim Mimpi Bertemu Nabi Dipidanakan, Fajrie Alatas: Mimpi Tidak Bisa Diverifikasi

Sabtu, 19 Desember 2020 18:45

Fajrie Alatas dan Tsamara Amany.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Asisten profesor Kajian Islam dan Timur Tengah di New York University, Ismail Fajrie Alatas, angkat bicara terkait gonjang-ganjing pengakun Haikal Hassan mimpi bertemu Nabi Muhammad SAW yang diperkarakan di polisi.

Fajrie Alatas yang juga suami Politisi muda Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, itu menyebut klaim-klaim mimpi ketemu nabi atau para wali menjadi hal biasa dalam sejarah Islam dunia.

“Keabsahan klaim tersebut terikat dengan otoritas yang bermimpi tanpa bisa diverifikasi, seperti yang sudah dijelaskan di artikel saya ini. Ini masalah otoritas keagamaan bukan hukum,” jelas Fajrie dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya @ifalatas, Jumat (18/12/2020).

Seorang followernya kemudian bertanya, jika klaim mimpi tersebut digunakan untuk membohongi publik supaya tetap bersemangat mengikuti kemauan orang yang mimpi itu, bagaimana?

Fajrie kemudian menegaskan bahwa kebenaran atau kebohongan mimpi orang lain tidak satu pun yang bisa memverifikasinya.

“Memang anda bisa memverifikasi kebenaran/kebohongan mimpi orang lain? Kan gak bisa. Setiap klaim mimpi ya pada akhirnya klaim. Untuk sebagian orang itu benar, dan sebagian lainnya itu tidak benar. Gitu kan?” jawabnya lugas.

Bagikan berita ini:
5
5
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar