Klaim Mimpi Bertemu Nabi Dipidanakan, Fajrie Alatas: Mimpi Tidak Bisa Diverifikasi

Sabtu, 19 Desember 2020 18:45

Fajrie Alatas dan Tsamara Amany.

CEO Cyber Indonesia, Muannas Alaidid kemudian mengomentari cuitan Fajrie. “Afwan ya habibana, kalau boleh bersaran bukan mimpinya tapi jangan mau publik dibohongi pakai mimpi, menggunakan mimpi apalagi dengan mencatut nama baginda nabi untuk menipu & membohongi umat melawan penegak hukum & negara, ini masuk delik pidana penghasutan,” paparnya.

Fajrie buru-buru mengamini saran Muannas tersebut. Ia sepakat hal yang berbau penghasutan, apa pun basisnya tetap salah, baik itu mimpi yang benar atau bohong. Fokus persoalannya adalah soal penghasutan.

“Tapi mimpi kan tidak bisa diverifikasi benar atau tidak. Jadi kita tidak bisa bilang bahwa mimpi itu bohong,” tegasnya.

Sebelumnya, pemberitaan dihebohkan dengan pengakuan Sekretaris Jenderal HRS Center, Haikal Hassan Baras yang menjumpai Rasulullah di dalam mimpinya. Hal itu dia katakan saat memberi sambutan dalam pemakaman 5 laskar Front Pembela Islam (FPI) di Megamendung beberapa waktu lalu.

Dia pun menceritakan, ia sempat merasa sedih dan kacau ketika kedua anaknya meninggal dunia.

Bagikan berita ini:
8
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar