Laporkan Batu Bara Lamuru, Aktivis Lingkungan Temui Kadis DPLH Sulsel

Aktivis lingkungan. (ist)

FAJAR.CO.ID, BONE — Aktivis lingkungan yang tergabung dalam Badan Lingkungan Hidup Pemuda Pancasila (PP) Sulsel melaporkan aktivitas pertambangan di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru ke Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel.

Dalam pertemuan tersebut para pemerhati lingkungan itu mendesak untuk segera dilakukan penegakan hukum terhadap para penambang.

“Saya sudah audiensi dan koordinasi bersama Kadis DPLH Provinsi Sulsel soal tambang batu bara di Bone,” kata Ketua Badan Lingkungan Hidup Pemuda Pancasila Sulsel, Muhamnad Yusran Sabtu (19/12/2020).

Kata dia, dalam waktu dekat ini akan meregistrasi laporan ke Balai Gakkum KLHK Wilayah III Sulawesi.

“Nanti pelibatan 12 penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) bidang lingkungan hidup untuk aduan warga di Bone. Apalagi ditambah dengan penyidik dari Balai Gakkum,” sebutnya.

Yusran mengingatkan, arahan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah sejak dilantik hingga saat ini adalah tak ada kompromi dengan perusak lingkungan hidup. Karena hal itu merupakan sebuah kejahatan luar biasa.

“Saya juga sampaikan bahwa dalam penanganan pengaduan kasus pidana lingkungan hidup, memang perlu memperhatikan aspek keseimbanganantara lain, pembangunan dan lingkungan hidup, antara kepentingan pembangunan ekonomi dan investasi dengan kepentingan pelestarian fungsi lingkungan,” bebernya.

“Kami berharap ada keterpaduan dengan aspek teknis lingkungan dalam penanganan kasus lingkungan hidup selama ini terjadi di Kabupaten Bone,” sambung Yusran. (agung/fajar)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR