Cuaca Ekstrem dan Lanina, WALHI Sulsel Minta Pemerintah Perhatikan Warga Kepulauan

Minggu, 20 Desember 2020 16:08

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID — Kota Makassar dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan kini tengah memasuki musim penghujan. Bahkan, menurut perkiraan BMKG, hingga 21 Desember, warga akan menghadapi cuaca ekstrem seperti curah hujan tinggi ditambah angin kencang, sehingga menimbulkan peningkatan tinggi gelombang terutama di wilayah perairan spermonde.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Daerah Sulawesi Selatan, Muhammad Al Amin, meminta Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah agar memperhatikan kehidupan warga kepulauan. Mengingat, cuaca ekstrem akan sangat berdampak bagi kehidupan masyarakat kepulauan terutama bagi perempuan dan anak-anak.

“Saat ini, banjir tidak hanya terjadi di jalan-jalan dan di perumahan Kota Makassar, melainkan terjadi juga di pemukiman warga yang tinggal di pulau-pulau kecil. Di Pulau Kodingareng, warga harus mengungsi di rumah keluarga mereka. Oleh karena itu, Gubernur tidak boleh mengabaikan masalah masyarakat di pulau yang saat ini terdampak banjir,” tegasnya.

Kemudian, Amin menambahkan bahwa hujan lebat dan angin kencang di perairan spermonde membuat nelayan kembali berhenti melaut. Akibatnya, para nelayan tidak memperoleh pemasukan, begitupun para juragan dan pedagang yang tinggal di pulau-pulau kecil. Maka menurut Amin, Gubernur juga harus memperhatikan keberlangsungan hidup para nelayan dan perempuan pulau saat ini.

“Saya heran saja, kenapa tidak ada sedikit pun kepedulian Gubernur terhadap masyarakat kepulauan, terutama para nelayan yang berada di Pulau Kodingareng? Apa karena mereka menolak tambang pasir laut, Gubernur harus sebegitu bencinya dengan para nelayan?” jelas Amin.

Komentar