Kartu Tani Berlaku Mulai Januari, Kepastian Jaminan Pupuk bagi Para Petani

Minggu, 20 Desember 2020 19:57

FAJAR.CO.ID, BONE — Kartu Tani dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) rencananya akan berlaku efektif Januari 2021.

Pemerintah terus melakukan penyempurnaan dalam implementasi penggunaan Kartu Tani. Lewat Kartu Tani, pemerintah melalui Kementerian Pertanian akan mendistribusikan pupuk bersubsidi.

“Rencananya kartu ini mulai berlaku efektif Januari. Beberapa wilayah di Indonesia telah memberlakukan kartu tani,” kata Kasubdit Pupuk Direktorat Pupuk dan Pestisida Kementan RI, Yanti saat sosialisasi percepatan program Kementerian Pertanian Republik Indonesia (RI) di Hotel Helios, Minggu (20/12/2020).

Kata dia, kartu tani ini sebagai bentuk implementasi perlindungan pemerintah kepada petani. Hal ini telah tertuang Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

“Dengan kartu ini, petani dapat kepastian jaminan pupuk bersubsidi. Memudahkan akses mendapat pupuk bersubsidi dan bantuan pembiayan lain,” tambahnya.

Ia menyebut kuota pupuk bersubsidi pun dapat diketahui. Sekarang, total alokasi untuk semua jenis pupuk bersubsidi di Bone sesuai eRDKK sebanyak 327.367 ton. Sementara alokasinya sebanyak 102.222 ton. Realisasinya mencapai 98.083 ton atau 95.95 persen.

Sementara anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menilai kartu tani bisa mengurangi penyimpangan masalah pupuk. Namun, kartu tani jangan dijadikan syarat di tahun 2021 untuk petani mengambil pupuk.

“Jangan dijadikan syarat utama di tahun 2021 untuk ambil pupuk karena infrastruktur kartu tani ini belum siap, akan jadi masalah nantinya. Jadi nanti bisa KTP yang digunakan dulu bagi petani yang belum memiliki kartu tani,” tuturnya.

Komentar