Pengakuan Terduga Teroris soal Kotak Amal untuk Biayai Teroris

Minggu, 20 Desember 2020 18:10

Ilustrasi Densus 88 Antiteror

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan pihaknya mendukung penuh upaya Densus 88 Mabes Polri memberantas teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI), khususnya di Jatim.

“Yang menangani (kasus terorisme) Mabes Polri. Kami akan mendukung penuh Polri dalam memberantas terorisme, khususnya di wilayah Jawa Timur,” ujarnya di Surabaya.

Polda Jatim, dalam hal ini Polrestabes Surabaya juga akan menyelidiki dugaan kotak amal yang disebar anggota JI di Kota Surabaya.

Dari keterangan salah satu terduga teroris FS, yang ditangkap Densus 88, ada 20 ribuan kotak amal yang disebar untuk menggalang dana aksi terorisme. Di Provinsi Jawa Timur, ada tiga kota yang jadi sasaran penggalangan dana dengan kotak amal.

Yakni, Malang sebanyak 2.500 kotak amal, Magetan 2.000 kotak amal, dan Kota Surabaya 800 kotak amal. Total ada 5.300 kotak amal yang diduga milik jaringan JI di seluruh Jawa Timur.

“Kami akan deteksi di mana saja kotak amal tersebut diletakkan sesuai dengan ciri-ciri yang sudah disampaikan oleh Mabes Polri sesuai keterangan terduga teroris yang ditangkap,” ungkap Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, seperti dikutip dari Radar Surabaya, Minggu (20/12).

Hartoyo mengatakan, Polrestabes Surabaya akan mengajak berbagai pihak untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

“Kami akan kerja sama dengan stakeholder terkait untuk menindaklanjuti informasi tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, kotak amal yang diduga disebar oleh jaringan teroris JI itu memiliki bentuk berupa kotak kaca dengan lis kayu atau alumunium. Kotak amal itu disebar bukan di tempat ibadah melainkan di warung-warung.

Konon hasil penggalangan dana kotak amal tersebut digunakan untuk biaya latihan militer dan aksi terorisme kelompok JI. (rek/jpnn/fajar)

Komentar