Polri dan TNI Bukan Alat Kepentingan, Fadli Zon: Sebaiknya Copot Kapolda Metro dan Pangdam Jaya

Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman (kiri) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (kanan) saat memberikan keterangan kepada media di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12).

FAJAR.CO.ID — Anggota DPR RI Fadli Zon menilai, Kapolda Metro Irjen Pol Fadil Imran dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman telah menodai citra politik.

Keduanya dianggap telah membuat kegaduhan dan ketidak percayaan publik. Untuk itu, Fadli Zon menyampaikan bahwa patut untuk mencopot keduanya dari jabatan masing-masing.

“Saya sependapat sebaiknya segera copot Kapolda Metro dan Pangdam Jaya. Keduanya telah menodai citra Polri dan TNI sehingga terjadi kegaduhan dan ketidakpercayaan publik (public distrust),” ujar Fadli Zon di twitternya.

Anggota Komisi I DPR RI ini bilang, seharusnya kedua tokoh ini menjadikan Institusi TNI dan Polri profesional, mengayomi rakyat dan menjaga negara.

Fadli menyatakan itu merespons tulisan Pemerhati politik dan kebangsaan, Rizal Fadillah, yang menyoal tentang Pangdam Jaya dan Kapolda.

Dia menilai bahwa Kebersamaan Kapolda dan Pangdam semestinya proporsional sejalan dengan ketentuan perundang-undangan yang memisahkan keduanya. Hal ini berbeda dengan masa Orde Baru dahulu dimana TNI dan Polri masih dalam satu kesatuan.

Karenanya wajar jika ternyata publik mempermasalahkan hadirnya Pangdam dalam konferensi pers kasus yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian.

“Pemulihan citra harus dimulai dari pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya. Pemimpin yang sudah kehilangan “wisdom” sepatutnya diganti. Pejabat baru yang tidak terlibat akan lebih leluasa dalam menangani dan mencari solusi,” katanya.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR