Rekor Arteta Sangat Buruk, Kiper Arsenal Leno: Ada yang Tak Beres

Minggu, 20 Desember 2020 10:51

Mikel Arteta/Reuters

FAJAR.CO.ID, LIVERPOOL—Arsenal kembali menelan kekalahan. Dalam lawatan mereka ke markas Everton, The Gunners kalah 1-2 dari tuan rumah. Hasil ini membuat Arsenal terpuruk di posisi ke-15 klasemen Premier League dengan hanya mengoleksi 14 poin.

Manajer Arsenal, Mikel Arteta kepada BBC Sport menyebut hasil ini sangat mengecewakan dan menyakitkan. “Ini sangat mirip dengan beberapa minggu terakhir. Kami berusaha, mendominasi permainan tetapi di saat-saat kecil kami kehilangan permainan,” keluhnya.

Ia menyebut permainan anak asuhnya buruk. “Kami kalah, kebobolan satu gol bunuh diri dan satu bola mati. Kami memiliki peluang tapi tembakan terakhir, umpan terakhir tidak sesuai dengan keinginan kami. Itu bukan alasan, kami tetap percaya pada apa yang kami lakukan,” tegasnya.

Arsenal sudah menelan cukup banyak kekalahan dalam beberapa laga terakhir. Itu membuat rekor Mikel Arteta selama menangani Arsenal tampak begitu buruk di Premier League. Dari 34 pertandingan, ia sudah kalah 13 kali. Jumlah itu sama dengan kemenangan yang ia persembahkan. Selebihnya, Arsenal bermain imbang delapan kali.

“Kami perlu memenangkan pertandingan dan itu tidak terjadi. Cara para pemain bereaksi di ruang ganti memberi tahu saya bahwa mereka memiliki keyakinan. Ketika Anda kalah dalam banyak pertandingan karena alasan yang berbeda, itu sangat menyakitkan. Kami harus menjadi lebih baik, ini bukan tentang Everton, tapi tentang kami,” tandasnya.

Penjaga gawang Arsenal Bernd Leno kepada MOTD tak kalah kecewa. “Tentu saja ada kekecewaan besar, itu sangat menyakitkan, tetapi kami tidak bisa menyesali diri kami sendiri. Kami harus tetap positif. Kami harus memenangkan pertandingan untuk keluar dari situasi ini,” ujarnya dikutip dari BBC Live.

Seperti Arteta, ia mengakui performa mereka buruk. “Gol kedua adalah kuncinya. Ketika Anda kebobolan tepat sebelum jeda, itu sangat sulit. Di babak kedua kami memiliki sikap yang baik, Anda dapat melihat tim ini masih hidup dan kami ingin membalikkannya,” tegasnya.

“Semuanya lebih berat, kepercayaan diri kami tidak berada di level teratas. Kami mengendalikan permainan tetapi kami tidak memiliki terlalu banyak peluang. Banyak hal yang tidak beres bagi kami,” kuncinya. (amr)

Komentar