Arief Rosyid Hasan, Putra Sulsel yang Jadi Komisaris Bank Syariah Indonesia

Senin, 21 Desember 2020 18:39

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Arief Rosyid Hasan, pemuda asli Makassar, Sulawesi Selatan baru saja ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia Tbk.

Bank Syariah Indonesia adalah hasil penggabungan tiga bank syariah milik BUMN, yaitu PT BRI Syariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT BNI Syariah sesuai arahan Menteri BUMN Erick Thohir.

Pengangkatan Arief tercetus dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI Syariah pada Selasa 15 Desember 2020.

Lantas seperti apa sepak terjang karir pemuda kelahiran Makassar 4 September 1986 itu hingga dirinya menduduki kursi Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia?

Arief merupakan relawan Jokowi saat Pilpres 2019. Ia menamatkan pendidikan tinggi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, jurusan Kedokteran Gigi dan Master Kesehatan Masyarakat (M.KM) Universitas Indonesia. Arief adalah mantan Ketua Umum PB HMI dan Wakil Direktur Milenial Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf pada pilpres 2019 lalu.

Bahkan Politisi senior Golkar Akbar Tanjung pernah menyebut Arief sebagai aktivis milenial yang selalu memiliki semangat dan ide baru serta selalu ingin berbuat sesuatu dan punya inisiatif.

Bagi Arief yang juga aktif di Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang dipimpin Jusuf Kalla itu, pemuda harus mengambil resiko dan keputusan penting dalam hidupnya.

“Saya belajar dari Pak Jokowi dan Pak JK bahwa anak muda harus berani mengambil keputusan. Keputusan yang dilahirkan anak muda pasti ada yang benar dan salah. Beruntungnya kita kalau pun salah, kita bisa memetik pembelajaran. Jadi jangan takut mengambil keputusan, bangun jejaring seluas-luasnya, aktif berorganisasi. Jika itu dilakukan, kita bisa ditempatkan dimana saja, di posisi manapun,” papar Arief kepada fajar.co.id di salah satu cafe di Makassar, Senin (21/12/2020).

Ia juga menanggapi penunjukan dirinya sebagai Komisaris di Bank Syariah Indonesia. Arief menegaskan, menjadi komisaris di bank BUMN ini bukan perkara mudah dan tak asal tunjuk. Dirinya melewati tahap demi tahap untuk sampai ke jabatan tersebut.

“Kita melewati 4 kali tes. Pertama tes perbankan syariah, sertifikasi hingga fit and propertest OJK. Jadi kalaupun saya tim sukses tapi tidak punya kapabilitas dan integritas, tentu saya tidak akan lolos di tes-tes tersebut. Poin utamanya seberapa pantas saya menduduki jabatan itu. Alhamdulillah saya mampu menjawab itu dan melewati setiap proses,” tegasnya.

Termasuk jika dirinya kelak diminta Presiden Jokowi duduk di pemerintahan, Arief akan menerima tanggung jawab tersebut.

“Jika negara memanggil, untuk kemaslahatan orang banyak, sesulit apapun amanah itu pasti akan saya ambil,” pungkas Arief. (endra/fajar)

Komentar