Cerita Dokter Ajeng Berjuang Sembuh dari Covid-19

Senin, 21 Desember 2020 13:58

BANGKIT DARI COVID: Dokter Ajeng Sukarniungrum. (Ajeng Sukarningrum for Jawa Pos Radar Bromo)

FAJAR.CO.ID, PROBOLINGGO — Menjadi tenaga medis di masa pandemi Covid-19 memiliki tantangan tersendiri bagi dr. Ajeng Putih Sekarningrum. Selain harus berjuang di garda terdepan, juga harus menjaga kondisi tubuh agar tidak tertular. Toh nyatanya, banyak dokter yang akhirnya positif Covid-19, walau sudah taat protokol kesehatan. Tak terkecuali Ajeng sendiri.

Demam tidak biasa itu mulai dirasakan dr. Ajeng Putih Sekarningrum pada Jumat, 13 November. Saat itu di sore hari, suhu tubuhnya tidak pernah di bawah 38°C. Selalu antara 38-39oC. Namun, saat itu Ajeng menganggap sedang kelelahan saja.

Sebab, pada awal November itu pasien positif Covid-19 di Kota Probolinggo sedang meningkat pesat. Dia pun terlibat tracing dengan begitu banyak warga. Wajar, saat itu Ajeng merasa dirinya hanya kelelahan.

Karena merasa kurang sehat, dokter umum yang bertugas di Puskesmas Kanigaran, Kota Probolinggo itupun minum obat penurun deman. Setelah minum obat, demamnya sempat turun.

“Sempat berkeringat dingin, suhu turun sedikit di 38,1oC. Tapi badan rasanya berbeda. Lemas dan tidak mampu berdiri. Malam itu juga saya izin melalui WhatsApp kepada pimpinan untuk tidak masuk esok harinya. Dan Alhamdulillah saya dapat izin,” tutur warga Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan ini.

Esoknya tanggal 14 November, demam tubuhnya makin tinggi. Sampai 40°C, bahkan tubuh Ajeng menggigil. Ibu dua anak yang masih balita itupun mulai waspada. Masker tidak pernah dilepas sekalipun.

Komentar