Giliran Sekum FPU Munarman Dipolisikan, Ini Kasusnya

Sejumlah ulama melaporkan Sekretaris Umum FPI Munarman ke Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020). Foto: Firdausi/PojokSatu.id

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (21/12/2020). Pelaporan itu dilayangkan oleh Barisan Ksatria Nusantara.

Laporan terhadap Munarman teregistrasi demgan Nomor LP/7557/XII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tanggal 21 Desember 2020 dengan nama pelapor atas nama Zaenal Arifin.

Zainal Arifin yang merupakan mantan Ketua PCNU era Gus Dur itu melaporkan Munarman karena diduga membangun narasi kebohongan terhadap ummat.

Narasi yang dimaksud yakni, Munarman menuding polisi bahwa enam laskar FPI tidak membawa senpi dan tidak melakukan perlawanan terhadap kepolsian.

Padahal temuan polisi, enam pengawal Habib Rizieq Shihab tersebut jelas-jelas melakukan perlawanan.

“Di situ ada kebohangan, ada penghasutan dan ujaran kebencian terhadap istitusi Polri,” kata Zianal di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (21/12/2020).

Zainal Arifin yang ditemani sejumlah kiai dan para ustad itu mendukung penuh apa yang dilakukan Polri terhadap FPI, termasuk penangkapan Rizieq Shihab.

“Kami dukung penuh Polri, kami bersama Polri dan TNI untuk tegakkan hukum,” ujarnya.

Karena itu, kata dia, Munarman harus membuktikan pernyataannya secara hukum.

Apalagi tuduhan Munarman itu terhadap institusi Polri cendrung mengadu domba masyarakat.

“Warga sipil itu tidak boleh menjustifikasi apalagi tidak disertai barang bukti,” ujarnya

“Saya kasihan dengan munarman. Kalau enam orang itu benar tidak bawa senpi harus dibuktikan secara hukum,” ujarnya lagi.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR