Imbas Pandemi, Kredit Bank Umum Terkoreksi Minus 0,04 Persen

Senin, 21 Desember 2020 15:34

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Pandemi Covid-19 jelas memberikan dampak terhadap kinerja dan kapasitas debitur termasuk debitur UMKM. Sehingga berpotensi pada peningkatan Non Performing Loan/Financing (NPL/NPF), permasalahan likuiditas, dan tekanan pada permodalan di lembaga jasa keuangan.

Selain itu juga mengganggu kinerja perbankan, stabilitas sistem keuangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulampua, Moh. Nurdin Subandi mengatakan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan Oktober 2020 bergerak sejalan dengan perkembangan yang terjadi di perekonomian domestik dan tekanan pandemi Covid-19.

Diketahui kredit bank umum terkoreksi melambat sebesar -0,04% yoy menjadi sebesar Rp152,49 T. Piutang pembiayaan Perusahaan Pembiayaan juga masih mengalami perlambatan sebesar -12,26% yoy menjadi sebesar Rp12,06 T.

“Tapi pembiayaan melalui Perusahaan Pergadaian tumbuh sebesar 22,02% yoy menjadi sebesar Rp5,08 T,” kata Nurdin melalui virtual, Senin (21/12/2020).

Sementara, lanjut Nurdin, dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,74% yoy menjadi sebesar Rp106,88 T.

“Di tengah pertumbuhan intermediasi lembaga jasa keuangan, profil risiko masih terjaga dengan rasio NPL dan LDR perbankan masing-masing sebesar 2,61% dan 113,45%. Sedangkan rasio NPF Perusahaan Pembiayaan sebesar 3,58%,” bebernya.

Ia mengaku terdapat beberapa sektor yang masih mengalami peningkatan, lantaran pihaknya mengantisipasi potensi resiko Covid-19 seperti meredam volatilitas dari pasar keuangan melalui berbagai kebijakan dalam menjaaga kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar, memberi nafas bagi sektor riil dan informal untuk dapat bertahan di masa pandemi Covid-19 melalui relaksasi restrukturisasi kredit/pembiayaan, memberikan relaksasi bagi industri jasa keuangan.

Bagikan berita ini:
9
9
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar