Jawab Polemik Tambang Batu Bara, PT Pasir Walennae: Kami Datang Bukan Merusak, Tapi Memperbaiki

Senin, 21 Desember 2020 21:10

FAJAR.CO.ID, BONE — Beberapa kerusakan lingkungan yang terjadi di Desa Massenrengpulu, Kecamatan Lamuru akibat aktivitas pertambangan diduga merupakan warisan dari pemilik saham sebelumnya.

PT Pasir Walannae yang menanggung seluruh dosa masa lalu tersebut. Meski begitu pihak perusahaan siap menanggung risiko yang ada di lokasi tambang, termasuk akan melaporkan ke polisi yang menambang dengan cara gaya preman, dan mengancam masyarakat.

Direktur Operasional PT Pasir Walannae, Junaedy mengatakan, salah satu pemilik saham yang dikenal dengan wilayah C59 disarankan harus melakukan rehabilitasi semua lahan yang sudah ditinggalkan, dan harus memperbaiki seluruh saluran irigasi.

“Kalau tidak patuh di aturan perusahaan secara manajemen kasih teguran untuk berhenti menambang, dan pihak dari Forum Mari-mario tidak akan kasih lahan lagi,” katanya Senin (21/12/2020).

Kata dia, mulai tahun 2021 juga sudah akan dipersyaratkan Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP). “Kalau masih cara preman dipakai akan dilaporkan ke polisi. Siapa yang tidak mendengar saya sebagai direktur maka saya anggap sebagai penambang ilegal,” tegasnya.

Edy juga menggaransi akan melakukan reklamasi, sumber air yang dikeluhkan para petani juga akan dibuatkan. “Reklamasi sudah terlaksana. Untuk para petani akan dikembalikan seperti semula, dan akan dipasangkan semua pipa,” janjinya.

Bahkan, Dana Corporate Social Reponsibility (CSR) perusahaan selama ini peruntukannya untuk pendidikan dan pembangunan masjid.

Komentar